Sistem Digital Di Masa Sekarang

Seperti yang kita ketahui, pada masa sekarang semua serba digital. Mulai dari pembuka/ penutup jendela pada pintu mobil sampai Pengatur posisi spion pada mobil. Semua itu tidak lepas dari suatu mata kuliah yang mungkin sama-sama kita pelajari di Gunadarma (Smester 4 di jurusan Sistem Komputer), yaitu “Sistem Digital”. Mata kuliah tersebut sedikit banyak telah memberikan dasar dari semua alat yang bekerja secara digital di jaman seperti sekarang ini. Sistem Digital mengajarkan kita akan pentingnya mengetahui dasar dari sistem yang tercanggih dengan cara yang sederhana. Sistem Digital juga menganjurkan setiap mahasiswa “menelurkan” sebuah proyek. Dasar dari proyek tersebut lah yang banyak diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Sebagai contoh saya ambil proyek “BEL MUSIC 10 LAGU”, proyek ini merupakan dasar dari mainan anak-anak yang sekarang banyak dijual secara bebas. Selain itu juga masih banyak proyek Sistem Digital yang digunakan di kehidupan sehari-hari, misalnya saja “Alarm Lemari Es” dan lain-lain.

Pada masa sekarang manusia cenderung memilih sesuatu yang “Ribet di awal, namun praktis pada akhirnya”. mengapa saya katakan demikian? Ya banyak sekali orang yang menciptakan alat-alat canggih hanya untuk kepraktisan walaupun untuk sebuah kebutuhan kecil. Misalnya saja “Mesin Pembuat Kopi”, semua orang tentu bisa membuat kopi, apalagi jaman sekarang, takaran per bungkusnya sudah di sesuaikan untuk 1 porsi kopi. Namun ternyata orang menginginkan cara yang menjadikan agar membuat kopi menjadi lebih praktis, akhirnya mereka bersusah payah untuk membuat Mesin Pembuat Kopi. Inilah mengapa saya katakan ribet di awal namun praktis pada akhirnya. Karena mereka mau “ribet” untuk sebuah kepentingan yang menurut saya masih bisa dikerjakan secara manual. Berapa menit sih waktu untuk membuat secangkir kopi? Ya tidak sampai 5 menit lah. Namun itu jika hanya secangkir, bayangkan jika pada suatu acara, sang pelayan harus membuat puluhan cangkir kopi per 5 menit? Nah untuk keperluan yang seperti inilah alat tersebut bisa dikatakan praktis di akhirnya.

Namun tidak semua yang digital & praktis itu baik. Bahkan telah digambarkan pada film Wall-E, dimana semua manusia bumi menjadi gendut & bahkan tidak bisa bergerak dengan anggota tubuh mereka sendiri. Itu adalah serentetan akibat dari kepraktisan gaya hidup mereka. Mereka hanya bisa mengandalkan kursi untuk bergerak. Begitu pula pada jaman sekarang, beberapa “alat canggih” sudah bisa membuat orang berubah gaya hidupnya, bahkan merubah berat badannya. Sebut saja “TV Remote Control”, pada jaman sebelum Remote ditemukan, viewers harus bergerak mendekati arah TV untuk bisa memindah channel, namun sekarang viewers tidak perlu bergerak lagi, cukup diam ditempat sambil menikmati makanan ringan. Itulah hal sepele yang membuat “obesitas”.

Perkembangan sistem digital perlu di sikapi secara bijak, kita harus mengerti baik & buruknya dari tekhnologi tersebut. Kita juga harus bisa “Menciptakan” bukan hanya menunggu hasil ciptaan saja. Kita tinggal memilih, menjadi Penonton atau Pelaku di era serba Sistem Digital ini.

 

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image