Hindari Jebakan Situs Palsu

Dewasa ini, internet telah menjadi salah satu media informasi dan komunikasi penting di masyarakat. Perangkatnya yang lebih mobile, memudahkan orang mengakses internet dimana dan kapan saja.  Hal ini juga ditambah dengan media jual beli  dan transaksi-transaksi perbankan yang semuanya bisa diakses secara online.  Maka dari itu, kita sebagai salah satu pengguna internet juga harus berhati-hati ketika memasukkan data- data penting seperti kartu kredit, nomor rekening bank serta password.

 

Sebagai bagian penting dari teknologi internet, situs atau website semakin menjamur. Kini banyak dijumpai teknologi pembuat situs secara instan serta pembelian domain dan hosting yang semakin murah. Sayangnya kemudahan itu dimanfaat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memalsukan situs-situs resmi. Pemalsuan situs ini dikenal dengan istilah phishing.

 

Phishing merupakan teknik membuat situs dengan tampilan yang sangat mirip dengan situs aslinya. Phishing digunakan pemalsu situs untuk mendapatkan data dari pengunjungnya, seperti password, nomor rekening, nomor kartu kredit, dan lain-lain. Selain tampilan, pemalsu situs biasanya juga menggunakan alamat yang mirip dengan situs aslinya. Situs yang dipalsukan umumnya situs perusahaan dan pemerintah, misalnya bank, restoran, dan toko online.

Untuk itulah biasanya dalam pembuatan situs yang asli dan resmi, perusahaan membutuhkan transaksi yang Secure Sockets Layers (SSL).  Dengan SSL ini,  situs asli  memiliki sertifikat khusus mengenali keasliannya agar dapat dikenali oleh browser.  Jika sertifikatnya palsu atau kadaluwarsa, maka browser akan mengeluarkan peringatan saat kita akan menuju ke halaman tersebut.

Agar kita terhindar dari jeratan situs palsu, kita mesti hati-hati.  Biasanya alamat situs palsu (phishing) ini dikirim ke e-mail atau sms agar sulit dilihat alamat situs aslinya.  Karena itu,  jangan sembarangan meng-klik alamat dari email atau SMS.

Selain itu, kita juga bisa menggunakan browser yang telah menyediakan sistem anti phishing atau menambah add on pada browser tersebut jika tidak tersedia.  Contoh aplikasi anti phishing adalah Google Safe Browsing, NetCraft Toolbar, Nopish Firefox Add On, dan lain-lain. Aplikasi ini akan menampilkan peringatan jika situs yang kita kunjungi tidak jelas atau saat kita mulai measukkan data-data penting ke situs.

Di samping aplikasi dari browser,  ada juga antivirus yang menyediakan aplikasi keamanan saat surfing,  yang di dalamnya terdapat anti phishing.

Pada tahun 2006 kerugian akibat phishing ini ditaksir mencapai 2.8 miliar US$.  Oleh klarena itu, perusahaan teknologi informatika raksasa dunia, seperti Google, Yahoo, dan Microsoft, menyediakan daftar hitam situs-situs yang diindikasi palsu. Daftar hitam tersebut mencegah kita masuk ke situs palsu dengan memberi peringatan setelah kita klik link dari mesin pencari. Selanjutnya tergantung kita, tetap masuk ke situs itu atau tidak.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image