Kerja Banting Tulang Demi Keluarga Tercinta

Ditulis oleh: Citra Ayuananda

Untuk sebagian keluarga khususnya kedua orang tuanya bekerja, keberadaan pembantu rumah tangga sangat membantu membersihkan dan merawat rumah agar selalu bersih dan rapi. Seperti Wulan (32) yang sering di sapa teteh. Sudah lebih dari dua tahun dia bekerja sebagai pekerja rumah tangga di sebuah komplek di Cimanggis Depok. Teteh berkerja di dua rumah berbeda dalam satu harinya. Di mulai dari jam 7 pagi, dan selesai sekitar jam 12. Menyapu, mengepel, mencuci, dan menggosok adalah pekerjaan yang dilakukannya di rumah majikan. Saat ditanya soal penghasilan, teteh yang selalu latah kalau dikagetkan ini menjawab dengan sedikit malu sambil tersenyum. “Gaji bulanan teteh mah cuma numpang lewat”, jawabnya. Ya, penghasilan yang dia terima setiap bulannya bekerja di dua rumah hanya Rp 700.000. Jumlah itu tidak bisa dinikmati semua karena masih ada cicilan motor dan rumah yang harus dibayar sebesar Rp 250.000 dan Rp 150.000. Belum lagi untuk biaya sekolah anak kedua dan ketiganya yang masih duduk di kelas 5 dan 4 sekolah dasar. Anak pertamanya bekerja sebagai penjahit di sebuah konveksi dan sudah menikah.

Agar dapur terus ngebul dan anak-anak bisa jajan, setelah selesai bekerja di rumah majikannya, wanita yang baru saja kehilangan cucu pertamanya karna keguguran ini langsung mengumpulkan botol botol plastik untuk kemudian dijual. Apapun akan ia lakukan untuk keluarganya. Menurut anak majikan tempat teteh bekerja, keberadaan teteh dirumahnya ini sangat membantu meringankan pekerjaan rumah. “Teteh juga orangnya lucu, humoris suka latah gitu hahaa”, kata nanda salah satu anak majikannya. Suka dukanya menjalani pekerjaan ini jelas ada tapi teteh menjalaninya dengan ikhlas demi keluarga tercinta.

Narasumber:

Teteh Wulan dan Nanda (anak majikan)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image