the Real Bloody Mary

Ini bukanlah kisah legenda dari Amerika tentang Bloody Mary. Kisah yang sudah hampir terkenal di seluruh dunia, dimana kita akan bertemu dengan sosok hantu wanita jika kita memanggil nama Bloody Mary sebanyak 3 kali di depan cermin pada malam hari. Jika beruntung, sosok Bloody Mary akan langsung membunuhmu atau malah akan membawamu ke dunia lain. Namun, yang di ceritakan kali ini bukanlah Bloody Mary  (alias Mary Whirnington), melainkan ini adalah kisah tentang seorang Ratu Inggis, Mary I atau Mary dari dinasti Tudor. Puri dari pasangan Raja Henry VIII dan Chatherine of Aragon, yang akhirnya di juluki sebagai Bloody Mary.

Dimulai dari masa Henry VIII memerintah kerajaan Inggris. Dimasa ini pula terjadinya Reformasi, tepatnya Reformasi yang kemudian melahirkan Gereja Inggris dan menyatakan bahwa Gereja Inggris terpisah dari Gereja Katolik di Roma. Padahal selama hampir seribu tahun Inggris menjadi bagian dari Gereja Katolik Roma dan kemudian memisahkan diri dari Roma, pada masa pemerintahan Raja Henry VIII. Demikian pula pada masa kekuasaan Edward VI, anak dari Henry VIII dan Jane Seymour. Meskipun ia merupakan raja Inggris pertama yang beragama Protestan. Ia tetap melanjutkan reformasi Gereja Inggris dan tetap menyatakan memisahkan diri dari Kereja Katolik Roma. Namun sayang, pemerintahan tak berlangsung lama. Setelah ia meninggal, posisinya di gantikan oleh saudara tirinya, Mary I atau Mary Tudor.

Masa pemerintahan Mary I pun di mulai. Ia adalah seorang penganut Katolik Roma yang fanatik dan semasa pemerintahannya, ia berupaya untuk mengembalikan gereja Inggris ke bawah kuasa gereja Katolik Roma.  Bagi Mary Tudor, Reformasi Inggris merupakan tindakan yang murtad dan illegal.  Oleh sebab itu, selama masa pemerintahannya, banyak pemimpin Protestan di Inggris yang juga adalah para tokoh-tokoh terkenal dihukum mati dengan diikat di tiang kayu dan dibakar hidup-hidup.  Selama masa pemerintahan ratu Mary Tudor, 300 orang pemimpin dan pengikut agama Protestan dihukum mati. Sedangkan sisanya-sianya melarikan diri. Kemudian, Ratu Mary pun akhirnya digulingkan dan kekuasaan kerajaan pun dipegang oleh Ratu Elizabeth I.

Akibat kekejamannya itulah kemudian Mary I mendapat julukan Bloody Mary. Perbedaan antara Bloody Mary versi Amerika dengan Bloody Mary versi Inggis salah satunya adalah Jumlah yang mereka Bunuh. Bloody Mary versi Amerika mungkin hanya akan membunuh kepada siapa saja yang memanggilnya. Sedangkan Bloody Mary versi Inggris membunuh lebih dari ratusan manusia yang belum tentu mereka bersalah. Tapi ada satu hal yang sama dari mereka selain Membunuh, yaitu mereka sama-sama Wanita. so, hati-hatilah terhadap wanita. hehehe

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image