The Way of my life? “Diriku”

“DIRIKU”, lebih asyik ketika kita mengingat diri sendiri, di bawah pohon besar yang dihiasi malam-malam cemerlang, tempatku lepaskan hati dan jiwa ini. Semua bisa mengingat kembali apa arti kehidupan, terutama pada diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak mengetahui siapa sebenernya diri sendiri. Begitu jga banyak canda dan tawa yang telah kita lewati, dalam bentuk abvious di kehidupan kita.
Namaku Raden Muhammad Adlan Rahim, aku lahir di Jakarta 23 january 1993. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, dengan kakak perempuan dan ade perempuan. Memang telah ditakdirkan menjadi anak laki-laki satu-satunya. Berarti umurku sekarang ini 19 tahun menginjak 20 tahun. Tak terasa umurku semakin berkurang, dan beban untuk menjalani semakin berat hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun ke tahun. Semakin dewasa itu harus berfikir dewasa dan berpikir untuk masa depan. Dalam suatu motivation of life “ jangan pernah mengeluh kebelakang, hari ini adalah masa depan kamu”.
Sekarang aku menimba ilmu tengah keramaian kota Depok, di Universitas Gunadarma. sebelum menimba ilmu di Universitas Gunadarma, saya telah menjalani kemahasiswaan dengan mengambil prodi Hukum di daerah yogyakarta. Saya menimba ilmu 7 tahun lamanya jauh dari orang tua, saat ini baru bisa kembali untuk menimba ilmu yang lebih dekat lagi  dari orang tua.
Ketika jauh dari orang tua, saya sudah terbiasa melakukan sendiri atau meminta bantuan kepada teman ketika mempunyai masalah. Dewasa bukan berarti memecahkan masalah dengan sendirinya, tetapi menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin. Ketika itu saya pernah memegang organisasi  sebagai ketua club Body Building And Boxer Gymnasium dengan periode 2010/2011. Sesuatu yang tidak mudah bagi saya, untuk menjalani organisasi ini yang begitu berat amanatnya. Sebelumnya saya pernah mengikuti acara fighting champion, dan mendapatkan juara ke-2, ketika saya berumur 17 tahun. Ketika itu saya pernah berpikir untuk menjadi atlet dalam kehidupan ini, tetapi tidak semudah yang dibayangkan. Untuk mencapainya, yang mana perlu kerja keras, berdoa keras, semua diiringi dengan kerja keras, tidak ada yang bisa mendapatkan dengan semudah apa yang dibayangkan. Ketika latihan saya pernah mengalami yang namanya patah tulang, selama patah tulang itu, tangan saya di gips selama 2 bulan lamanya dan beristrirahat dari club selama setengah tahun lamanya. Dari kejadian itu, saya mengambil pengalaman supaya berhati-hati dalam hal apapun, kesehatan itu segalanya dan motivasi sebgai pembantu dalam kehidupan kita supaya lebih semangat untuk menjalani.
Diriku adalah sebagai acuan untuk menjalani masa depan yang lebih baik. “ Be the best, but don’t feel the best”.
Raden Muhammad Adlan Rahim
1eb02
25212843
” Removing Without Spirit Is Nothing “

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image