Serbuan “Blue Samurai” di Liga Jerman

Pada tahun 1977, ketika klub-klub sepak bola di wilayah Eropa membangun kekuatannya dengan dominasi pemain-pemain “kulit putih” serta mencoba peruntungannya dengan merekrut talenta dari amerika latin, seperti Mario Kempes,Dirceu, ataupun Teofilo Cubillas. Sebuah klub dari kota Cologne di Jerman, 1. FC Koln, melakukan sebuah langkah yang cukup berani di zamannya. Melalui manajernya saat itu, Hennes Weisweiler, 1. FC Koln memutuskan mengontrak pemain asal Jepang berusia 25 tahun, Yasuhiko Okudera. Langkah yang dilakukan 1. FC Koln ternyata tidaklah sia-sia, Yasuhiko Okudera mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain Asia pertama di Eropa khususnya di Liga Jerman. Ia berhasil memberikan gelar juara bagi 1. FC Koln dan membukukan total 35 gol selama karirnya di Eropa dalam posisinya yang merupakan seorang gelandang.

Pemain kelahiran 12 Maret 1952 tersebut, berhasil menjadi pesepakbola profesional pertama dari negeri Jepang yang bermain di Eropa khususnya Liga Jerman, sekaligus menciptakan tonggak bagi perkembangan persepakbolaan Jepang di dalam kancah persaingan dengan negara-negara lain. Ya, setidaknya dalam beberapa puluh tahun ke depan selepas kesuksesanYasuhiko Okudera, pemain-pemain negeri Sakura yang dijuluki “Blue Samurai” akan menjadi bagian penting bagi persepakbolaan dunia serta banyak dari mereka bermain di liga-liga dataran Eropa khususnya Liga Jerman. Mengapa Liga Jerman? Mungkin pertanyaan tersebut dapat disimpulkan dari beberapa aspek. Pertama, komposisi pemain yang dipilih klub-klub di Liga Jerman itu sendiri sangat beragam, setidaknya ada lebih dari 200 pemain asing dari 95 negara yang bermain di Liga Jerman sehingga sangat memungkinkan para pemain dari berbagai negara untuk bermain di Liga Jerman selama memenuhi kriteria yang ditentukan. Kedua, karakteristik pemain dari negeri Jepang sangat disukai tim-tim dari bavaria. Mereka memiliki kecepatan, stamina yang bagus, fighting spirit yang luar biasa, pantang menyerah, dan walaupun sebagian dari mereka berpostur kecil tapi mereka berani berduel dengan pemain-pemain Eropa yang jauh lebih besar . Ketiga, jumlah dana yang dikeluarkan oleh tim-tim Liga Jerman untuk merekrut pemain dari negeri Jepang boleh dibilang cukup terjangkau dibanding pemain dari negara Eropa lainnya atau pemain dari negara Amerika Latin. Keempat, pemain dari negeri Jepang relatif cepat beradaptasi dengan iklim sepakbola di Jerman dan mampu langsung tampil secara explosive serta tidak jarang mereka dijadikan sebagai pemain kunci ataupun dipercaya mengemban ban kapten.

Salah satu contoh kesuksesan pemain Jepang yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan yaitu ada pada diri Shinji Kagawa. Pemain yang merintis karirnya di Cerezo Osaka itu, berhasil tampil dengan luar biasa bersama Borussia Dortmund dengan mengantarkan timnya tersebut meraih dua gelar juara Liga Jerman dan satu gelar piala Liga. Berkat penampilannya yang cemerlang tersebut, Shinji Kagawa akhirnya menerima pinangan salah satu tim raksasa Eropa yaitu Manchester United dengan nilai transfer 17 juta pounds. Namun, kesuksesan pemain-pemain asal Jepang tidak akan berhenti pada Shinji Kagawa saja, sebab dibelakangnya telah menunggu pemain-pemain bertalenta yang bermain di Liga Jerman yang siap menjadi idola di persepakbolaan dunia. Pemain-pemain yang diprediksi bakal mencuat dalam beberapa tahun ke depan adalah Atsuto Uchida (FC Schalke 04), Takashi Inui (Eintracht Frankfurt), Gotoku Sakai (VfB Stuttgart), Hiroki Sakai (Hannover 96), dan Hiroshi Kiyotake (1.FC Nurnberg).

Jadi, tinggal kita nantikan saja kiprah-kiprah para pemain Jepang generasi selanjutnya tersebut, apakah mereka akan sesukses Shinji Kagawa dan Yasuhiko Okudera atau menjadi pemain medioker di klub nya masing-masing. Namun, melihat etos kerja yang ditunjukkan pemain Jepang, rasanya tidak akan sulit bagi mereka untuk menjejakkan kaki di puncak persepakbolaan dunia.

GANBATTE!!!

 

http://myblog-tiblog.blogspot.com/

 

 

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image