Review AC Milan VS Juventus

 


Derby besar pada hari senin 26 November kemarin mempertemukan AC Milan kontra Juventus. Bermain di San Siro kandang AC Milan yang berkapasitas 80.074 Juventus tidak mau kalah. Juventus yang telah kalah dari rekan sekota Milan yaitu Inter Milan jelas tidak ingin kalah untuk kedua kalinya oleh kota milan. Sejak kick off dimulai Juventus sudah menguasai pertandingan, namun formasi bertahan yang diterapkan Alenatore Milan yaitu Massimo Alegri efektif untuk meredam serangan dari Juventus dan dapat membalikan serangan dengan cepat. 

 

Peluang pertama milai di dapat dari De Sciglio di menit kelima. Akselerasinya dari barisan sayap mampu menembus hingga kotak pinalti Juventus, namun sayang tendangan keras kaki kanannya masih melebar jauh dari gawang Buffon. Di menit 15, AC Milan kembali mengancam gawang Gianluigi Buffon, kali ini Kevin Prince Boateng yang menendang bola setelah menerima umpan dari Robinho namun sepakannya masih dapat di tangkap oleh Buffon. Juventus tidak mau kalah, sepakan keras Fabio Quagliarella dapat diamankan oleh kiper nomor 1 AC Milan Marco Amelia.

 

 

Nasib Sial dialami oleh tim tamu Juventus dimenit 30. Upan lambung yang di lesatkan oleh Montolivo dan dapat di sundul oleh Nocerino, namun petaka bagi Juventus Isla tanpa sengaja menyentuh bola dengan tangannya. Robinho yang maju sebagai penendang pinalti berhasil memasukan bola ke kanan gawang Buffon. Skor 1-0 untuk tim tuan rumah. 

Tim tamu mencoba bangkit melalu sayapnya, Isla dan Asamoah yang melakukan penyerangan namun bek tangguh Milan De Sciglio dan Kevin Constant tampil disiplin untuk meredam potensi bahaya kedua sayap Juve tersebut. Meski menguasi bola Juventus masih sulit menembus pertahanan Ac Milan dan kerap Juventus melakukan kesalahan sendiri yang membahayakan Gawangnya. Skor 1 – 0 bertahan hingga babak pertama usai.

 

 

Di babak kedua milan beberapa kali melakukan serangan lewat striker muda El Shaarawy. Terbukti ketajaman El Shaarawy dapan merepotkan barisan pertahanan Juventus, tercatat 2 kali dia dilanggar oleh bek Juventus yaitu Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci.

 

Masuknya imone Padoin, Sebastian Giovinco dan Paul Pogba terbukti melancarkan aliran bola Bianconeri. Namun hal sama terjadi seperti babak pertama, kokohnya pertahanan Milan tidak dapat di tembus oleh striker Juve. Namun tidak sedikit peluang yang di ciptakan Juventus di babak kedua, salah satunya di menit 62 Giovinco menyambut upang silang dari Padoin dengan salto hanya saja satlo Giovinco masih melebar dari gawang Amelia.

Vucinic juga sempat mendapat peluang emas saat sepakan kerasnya masih bisa diblok Constant tepat di depan gawang. Milan sendiri nyaris menggandakan skor saat sundulan Yepes memanfaatkan sepak pojok El Shaarawy masih bisa diamankan dengan sigap oleh Buffon.

 

Di sisa waktu yang ada, Juve mengurung pertahanan Milan. Kombinasi serangan dari sayap dan tengah diperagakan tim asuhan Antonio Conte, namun rapatnya lini belakang Milan membuat skor tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

 

Dengan tambahan tiga poin ini, posisi Milan naik ke peringakat delapan klasemen sementara dengan 18 poin dari 14 laga. Sementara Juve masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 32 poin – terpaut empat angka dari Fiorentina dan Inter Milan. Ini kekalahan kedua Juventus dan keduanya dari tim sekota Milan.

 Man of The Macth dalam pertandingan itu layak diberikan kepada Striker muda AC Milan Stephan El Shaawary. Sangat berbahaya kapan pun dia mendapatkan bola dan meski Milan lebih bertahan di babak kedua, El Shaarawy berhasil beberapa kali menebar ancaman dengan serangan baliknya.

 

Blog Pribadi : duniaawg.blogspot.com

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image