Tugas 2 pengantar Telematika


1. Jelaskan tentang perkembangan jaringan computer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika!

2. Jelaskan tentang keuntungan dan kerugian :

     a. Teknologi peer-to-peer
b. Teknologi client-server
3. Jelaskan tentang perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless!

1.  perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika sangatlah dirasakan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat global. tanpa jaringan komputer kita tidak mungkin bisa terhubung dengan masyarakat global yang ada di belahan bumi lain dengan cepat dan efisien. bisa  berbagi informasi, jejaring sosial, bisnis, edukasi dll secara global adalah bentuk nyata dari hasil jaringan komputer sebagai sarana proses telekomunikasi. 


perkembangan jaringan komputer tidaklah luput dari semakin besarnya keinginan masyarakat global untuk mendapatkan informasi secara cepat dan bagaimana memudahkan aktifitas mereka sehari-hari.

dimulai dari teknologi telepon genggam yang mengalami perubahan yang sangat signifikan dari waktu ke waktu seperti Advanced Mobile Phone Services (AMPS), 1G, 2G, 3G, 3,5 G dan sampai sekarang sudah mencapai 4G. dan masih banyak lagi teknologi lainya yang berhubungan dengan telepon seluler.  yang kesemuanya  ditujukan untuk  mempermudah dalam berkomunikasi.

sejarah perkembangan jaringan komputer

 

Ditahun1950-anketikajeniskomputer mulaimembesar sampaiterciptanya super komputer,makasebuahkomputermestimelayanibeberapaterminal(lihat Gambar 1)Untukituditemukankonsepdistribusiprosesberdasarkanwaktuyang dikenal  dengan  nama  TSS  (Time  Sharing  System),  maka  untuk  pertama  kali bentukjaringa(network)komputerdiaplikasikan.PadasistemTSSbeberapa terminalterhubung secaraserikesebuahhostkomputer.DalamprosesTSSmulai nampakperpaduanteknologikomputerdanteknologitelekomunikasiyang pada awalnyaberkembangsendiri-sendir

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkatkomputerbesarmulaiterasasangatmahal,maka mulailahdigunakan konsepprosesdistribusi (DistributedProcessing). Sepertipada Gambar 2,dalam prosesinibeberapa hostkomputermengerjakansebuahpekerjaanbesarsecara paraleluntukmelayanibeberapaterminalyangtersambungsecaraseridisetiap hostkomputer. Dalaprosesdistribusisudah mutlakdiperlukanperpaduanyang mendalamantara teknologikomputerdantelekomunikasi,karena selainproses yang harusdidistribusikan,semuahostkomputerwajibmelayaniterminal- terminalnyadalam satu perintah dari komputer pusat.

 

 


Selanjutnyaketikaharga-hargakomputerkecilsudahmulai menurundan konsepproses distribusisudah matang,maka penggunaankomputer dan jaringannya sudah mulaiberagamdarimulaimenanganiproses bersamamaupun komunikasiantarkomputer (Peerto Peer System)sajatanpa melalui komputer pusat.Untukitumulailahberkembang teknologijaringanlokalyangdikenal dengan sebutanLAN. Demikian pula ketikaInternetmulaidiperkenalkan, maka sebagianbesarLANyang berdirisendirimulaiberhubungandanterbentuklah jaringan raksasaWAN.


Jaringankomputer adalahsebuahsistemyangterdiriataskomputer dan perangkatjaringanlainnyayang bekerjabersama-samauntukmencapaisuatu tujuanyangsama. Tujuan dari jaringan komputeradalah:


·      Membagi  sumber  daya:  contohnya  berbagi  pemakaian  printer,  CPU, memori, harddisk

·     Komunikasi: contohnyasurat elektronik, instant messaging,chatting


·     Akses informasi: contohnyaweb browsing



Agardapatmencapaitujuanyang sama,setiapbagiandarijaringankomputer memintadanmemberikanlayanan(service). Pihakyang memintalayanandisebut klien (client) danyangmemberikan layanan disebut pelayan (server).



Arsitekturinidisebutdengansistemclient-server, dandigunakanpadahampir seluruh aplikasi jaringankomputer.


Dalam telekomunikasi, informasi disampaikan melalui sinyal. Sinyal adadua



macam:


1.  Digital:  secara  spesifik  mengacu  pada  informasi  yang  diwakili  oleh  dua keadaan0atau1.Datadigitaldikirimkandengandiwakilidua kondisisajayaitu0 dan 1.

2.Analog: sinyalyang terusmenerus denganvariasikekuatan dankualitas. Misalnyasuara,cahayadansuhuyang dapatberubah-ubahkekuatannyadan kualitasnya.Dataanalog dikirimkandalambentukyang berkelanjutan,sinyal elektrikberkelanjutandalambentukgelombang Televisi,telepondanradioadalah teknologitelekomunikasiyang menggunakansinyalanalog,sedang komputer menggunakansinyaldigitaluntuktransfer informasi.Namunsaatinisinyaldigital juga digunakanuntuksuara,gambar dangabungankeduanya.Disisilain, komputeryang awalnyadimanfaatkan sebagaimesinpenghitung dan pengolah data, digunakan sebagaialat komunikasi sejak adanyajaringan komputer.


“Perkembangan jaringan Komputer” Kutipan  dari Putu Nova G (teknik elektro-UNHAS)



 2. Keuntungan dan kerugian 


      teknologi peer to peer dan client-server



Jaringan client server

Dalam jaringan ini satu komputer berfungsi sebagai pusat pelayanan (server) dan komputer yang lain berfungsi meminta pelayanan ( client ). Sesuai dengan namanya, client server berarti adanya pembagian kerja pengelolaan data antara client dan server. Saat ini, sebagian besar jaringan menggunakan model client/server.

B.Jaringan Peer to Peer

Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, dan semua komputer dapat berfungsi sebagai client dan server dalam satu saat bersamaan. Pengguna masing-masing komputer bertanggung jawab terhadap administrasi resource komputer ( dengan membuat nama user, membuat share, menandai ijin mengakses share tersebut). Tiap-tiap user bertanggung jawab juga mengenal pembackupan data pada komputer. Sayangnya penempatan resource dapat menjadi sulit pada network peer to peer yang mempunyai lebih banyak komputer


Kelebihan peer to peer

Kelebihan client server

Pelaksanaan tidak terlalu mahal

Memberikan keamanan yang lebih baik

Tidak membutuhkan software server NOS ( Network Operating System )

Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan

Tidak membutuhkan administrator network yang handal

Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral

Kerugian

Kerugian

Tidak cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol

Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell, UNIX

Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative

Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server

Keamanan kurang

Membutuhkan administrator yang profesional

Semua mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa

Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada jika server mati.





  sumber :http://roelangga.wordpress.com/2008/10/07/kelebihan-dan-kekurangan-dari-client-server-  

                dan-peer-   to-peer/

3.   Jelaskan tentang perkembangan tekhnologi wireless yang meliputi hardware, system operasi dan program operasi yang digunakanpada perangkat wireless ?
Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP)
Sekilas tentang WIMAX
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.
Spektrum Frekuensi WIMAX
Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.
WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.
Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.
Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.
Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
§ NPU (networking processing unit card)
§ AU (access unit card)up to 6 +1
§ PIU (power interface unit) 1+1
§ AVU (air ventilation unit)
§ PSU (power supply unit) 3+1
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.
Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.
WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.
Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.
Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n

 

 http://anovianto.wordpress.com/2012/10/31/t/

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image