Pembuktian Seorang Tito Vilanova

Apa yang Tito Vilanova telah buktikan selama menjadi suksesor Pep Guardiola ?

Mungkin banyak orang berpikir, Tito Vilanova takkan bisa samai rekor Pep Guardiola yang dapat membawa klub raksasa asal Catalan ini treble winners (juara di tiga kompetisi dalam satu musim) atau sixtuples (juara di enam kompetisi dalam satu tahun), tapi taukah Anda, Tito membuktikan dirinya bisa ‘samai’ rekor Guardiola, tetapi dengan cara yang berbeda ?

1. Tito Vilanova Dapat Memimpin

Saat ia pertama kali ditunjuk menjadi pengganti Pep Guardiola yang mengundurkan diri, hampir semua media berspekulasi, Tito hanya bertahan satu musim di Barcelona.

Tuntutan dan ekspetasi besar sudah membayangi pria jebolan akademi Barcelona, La Masia ini. Tetapi dirinya membuktikan dengan tampil positif di La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions.

Sebut saja di Liga, Barcelona tengah memimpin tabel sementara La Liga dengan raihan 43 poin, Barca mencetak rekor terbaik mereka di La Liga dengan belum terkalahkan hingga pekan ke-16.

Ia juga tak segan-segan mengganti pemain jika merasa pemain tersebut tak lagi efektif di pertandingan. Ia terlihat lebih tegas dan cepat mengambil keputusan ketimbang Pep.

Gaya bermain Barcelona juga masih tetap sama, permainan cepat dengan operan pendek yang dikenal dengan istilah tiki-taka juga masih diperagakan oleh Barca, tetapi perbedaan yang dapat terlihat jelas adalah, Tito cenderung bermain lebih direct dalam menyerang. Statistik juga berbicara, Barcelona dibawah asuhan Tito lebih sering kebobolan ketimbang di era Pep, tetapi hasil akhir-lah yang berbicara.

2. Mengenal Pemain Barca

Barcelona pernah memainkan dua pemain yang bukan bek murni sebagai bek mereka. Ada nama Adriano (bek kiri/kanan) dan Javier Mascherano (DMF) yang diplot sebagai palang pintu. Dan seingat Saya, pertandingan tersebut adalah pertandingan besar, kontra Real Madrid di Camp Nou yang berakhir imbang 2-2.

Vilanova juga membela pemainnya di media. Sebut saja Cesc Fabregas, tak bermain baik bersama Barcelona, Cesc sempat diisukan akan hijrah dari Barcelona.

Tito secara tegas mengatakan Cesc adalah bagian penting Barcelona. Hasilnya ? Cesc memimpin tabel penyumbang assist terbanyak di La Liga, mengalahkan nama rekan satu klubnya, Andres Iniesta dan bintang Real Madrid, Karim Benzema.

3. Manfaatkan Pemain Muda

Barcelona terkenal dengan akademi mereka, La Masia. Lulusan La Masia adalah pemain-pemain dengan nama besar, selain nama Lionel Messi, Xavi dan Iniesta, mungkin nama Mikel Arteta dan Pepe Reina salah satu lulusan akademi tersebut.

Tito, yang awalnya diragukan akan menggunakan nama-nama pemain muda Barca yang akhirnya promosi ke skuad utama (seperti; Tello, Bartra, Montoya, dsb) akhirnya menggunakan pemain-pemain muda tersebut.

Martin Montoya contohnya, pria berusia 21 tahun ini telah tampil sebanyak 669 menit dengan 11 kali tampil di semua kompetisi resmi Barcelona.

Contoh kedua, Cristian Tello, pemain berusia 21 tahun ini tampil impresis musim lalu. Cedera parah David Villa memberikan pemain muda ini kesempatan.

Musim ini (2012/2013) ia telah mencetak tiga gol dengan total bermain 644 menit untuk Barcelona.

Kedua pemain ini membuktikan Tito masih memberikan kepercayaan yang besar untuk pemain-pemain muda Barcelona.

4. Rekor, Rekor dan Rekor

Jika harus disebutkan satu persatu, mungkin akan panjang dan terlihat membosankan. Salah satu contohnya; Barcelona pecahkan rekor yang sempat dipegang rival abadi mereka, Real Madrid pada musim 1991/1992, dengan berhasil menang 13 pertandingan dari 14 pertandingan yang ada di liga domestik.

Tito memang bukan Jose Mourinho atau Pep Guardiola, tetapi setidaknya, ia membuktikan dirinya pantas menjabat pelatih klub besar seperti Barcelona.

blog pribadi: http://flafilumreds.blogspot.com

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image