Usaha MAHA menjadi MAHASISWA

Namaku, Lita Nurlaelati. Biasa dipanggil Lita. Ini adalah tulisan tentang kesan pertamaku menjadi seorang mahasiswa di Universitas Gunadarma. Selamat membaca…

September, Oktober, November, Desember…
Bulan ini adalah bulan ke-empat ku menimba ilmu di UG. Bulan yang cukup sulit untuk beradaptasi bagiku. Tahu kenapa? Karena UTS, Ulangan Tengah Semester. Ternyata, tak semudah menghadapinya dibanding saat aku SMK dulu.

Hidup itu memang dinamis. Selalu ada perubahan. Ternyata begini ya jadi seorang mahasiswa. Harus bisa mengatur waktu dengan baik. Disamping terus mendalami minatku terhadap dunia IT, aku pun harus mengejar materi – materi lain seperti Matematika, Fisika, Kimia, Pkn dan lain – lain.

Lumayan cape…
Belajar dengan usaha yang ekstra. Aku dituntut untuk mengajari diriku sendiri karena dosen memang hanya memberikan konsep – konsepnya.

Aku fikir, jadi mahasiswa itu ‘bebas’. Ternyata, tidak. Aku harus dapat mengatur waktu dengan baik. Membimbing diriku sendiri. Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai terbaik. BUTUH USAHA YANG MAHA UNTUK MENJADI MAHASISWA!

Aku tahu, banyak di luar sana yang belum bisa merasakan apa yang kurasakan sekarang. Menjadi bagian dari dunia di perguruan tinggi, merasakan serunya bangku kuliah. Ini adalah kesempatan yang harus aku manfaatkan dengan baik. Karenanya, aku tak ingin lulus hanya mendapat gelar ST (Sarjana Teknik). Aku ingin menjadi seorang mahasiswa yang lulus dengan IPK tertinggi, menjadi sarjana magister, memberikan kontribusi bagi kampus, menjadi seorang aktivis dengan wawasan yang luas dan pastinya menjadi lulusan yang mampu membanggakan kedua orangtuaku.

Masih teringat dalam fikiranku, sore itu di lantai 5..
Saat mata kuliah Algoritma dan Pemrograman berlangsung, kami diberikan tugas untuk membaca buku yang hampir 100 halaman untuk mengisi liburan kami selama 3 hari. Lantas kawan – kawanku kaget.

Gila aja nih dosen..
hah?
ga salah?
Shit..
Astaghfirullah…

Itulah kalimat – kalimat yang terlontar.
Dan inilah respon dosen tersebut :

Kamu mahasiswa kan? Dikasih tugas segitu aja ngeluh. Kalau ga mau ngerjain tugas, ga usah jadi mahasiswa!

Diam…
Kami hanya bisa diam…
Dan aku membenarkan kalimat beliau. Memang, sekarang kami dihadapkan dengan kondisi yang berbeda. Saatnya kami belajar dewasa. Saatnya kami berhenti mengeluh. Saatnya kami mandiri. Kataku dalam hati..

4 tahun ke depan, tentu masih banyak tantangan yang lebih dari ini… Yang mungkin akan lebih berat. Tetapi, dibalik semua tantangan tersebut. Tetap, aku harus bersyukur karena dapat menjadi seorang mahasiswa. Sekarang, yang harus aku lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang MAHASISWA. BUTUH USAHA YANG MAHA UNTUK MENJADI MAHASISWA!

Semoga semangat ini akan terus ada dalam diriku. Semoga fase ini dapat aku lewati dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Karena untuk menjadi seorang mahasiswa, BUTUH USAHA YANG MAHA!
Tetap SEMANGAT kawan!

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image