Aku Ini Buta

Sebelum aku terlahir dari dunia, aku tidak tahu dan aku tidak mengerti, kenapa pada saat itu raga dan jiwa ku berkata, “akulah makhluk-Mu yang telah kau berikan kehidupan sebelum aku di ciptakan, tidak tahu di mana aku berada, tetapi pada saat itu jiwa ku selalu dekat dengan-Mu”.
Ketika kurun waktu yang telah menjadi batas, akhir petualangan ku, berada di alam yang aku pun tak tahu dimana tempatnya, tetapi aku pada saat itu sadar, bahwa ternyata aku berada di alam yang penuh dengan kehidupan sebelum manusia di beri kehidupan .Alangkah sulitnya aku tafsirkan, di mana saat itu aku berada ? mungkin masa sebelum aku hidup sebenarnya aku sudah hidup, mungkin saja dimensi kehidupan ku saat itu berada di dimensi yang belum aku ketahui atau di tempat yang begitu menyimpan rahasia dari keagungan-nya.
Pada saat itu aku pun diberi dua buah mata, untuk melihat namun aku tidak tahu apa pandangan yang dulu pernah aku lihat. Seolah hidup ku terasa hanya saat ini dan aku tidak merasa bahwa dulu aku pun pernah hidup, karena aku sebenarnya buta. Tidak tahu apa yang aku lihat dan tidak dapat mengerti apa arti di balik kacamata hitam itu .Sekilas aku terbangun, tapi aku tidak senggup membuka mata ini, seolah kelopak dan retina yang ada di dalam interior mataku tidak bisa menangkap cahaya yang merasuk di dalam iris mata lewat bulu mata yang basah ini.
Jadi apa arti hidup tanpa mata, tanpa mata aku masih bisa melihat-Mu, tanpa warna aku masih bisa, melihat apa warna hatimu, tanpa keindahan akupun sudah merasa takjub atas anugerah-Mu. Ketika mataku buta aku tetap melihat-Mu dan bisa menangis di hadapan-Mu, bukan menangis untuk memohon supaya engkau sembuhkan penyakitku, tapi aku menangis karena aku bersyukur, sejak lahir aku di beri kedua mata yang indah, walaupun itu hanya imitasi, hanya mainan, yang seolah bisa merubah pandangan ku terhadap diri-Mu, tapi tidak !! aku lebih suka mataku buta, bukan buta ilmu atau buta pengetahuan, kalo ilmu segudang pun aku masih menyimpannya, walaupun setiap hari orang mencurinya, ilmu ku tidak akan habis, dan setiap hari aku berikan pun ilmu ku tidak akan sirna.
Karena ilmu ku merupakan warna, yang menyebabkan aku bisa melihat Mu, seluas apapun samudera dan setinggi apapun gunung aku tetap bisa menjangkaunya tanpa aku melihat dengan mataku.  Karena mataku buta tidak bisa melihat tapi hidupku tidak berhenti sampai di sini. Aku masih punya mata yang selalu setia, melebihi mata yang di miliki oleh orang lain, karena mataku ini mata yang tidak bisa di lihat kecuali engkau bisa tahu apa maksud tuhan menciptakanmu.
Engkau bukan terlahir begitu saja engkau terlahir karena tuhan punya Maksud ? untuk memberikan sesuatu padamu, yang tak mungkin engkau pahami apa maksud itu ?Aku selalu bertanya, mengapa kau buat mataku ini, buta dan tidak bisa melihat apa yang ada di sekitarku, ternyata aku ini manusia yang paling bodoh, tidak tahu apa maksud kebaikanmu, andaikan aku tahu, setiap hembusan nafasku adalah kematianku dan setiap datangnya kematian itu adalah awal kehidupan ku, oh tuhan, begitu butanya aku terhadap apa yang telah kau anugerahkan. Aku bangga jadi orang buta dan aku bangga jadi orang yang selalu kau berikan kebuataan, aku mengerti bahwa dengan butanya mataku aku bisa melihat-Mu, aku bisa berdialog dengan-Mu dan aku bisa merasakan lembutnya kasih sayang-Mu ….
Tuhan terima kasih atas anugerah yang telah engkau berikan, tuhan engkau adalah pelindung di dalam perangku mengahadapi musuh di hati ini, tuhan engkaulah sahabat sejati  yang selalu ada di saat aku duka, dan selalu menyadarkan ku di saat aku hilang dari area aturan-Mu, tuhan bagi-Mu aku adalah bagian dari makhluk-Mu yang selalu membangkang, yang tidak menurut pada perintah-Mu. Kitab-Mu hanyalah bagaikan Koran, dan perintahmu hanyalah sebuah kata peringatan saja yang setelah itu kami lupa, begitu bodoh nya aku, dan begitu gilanya aku. Sampai aku lupa diri kalau aku adalah makhluk yang kau ciptakan dan makhluk yang kau muliakan di atas makhluk ciptaan-Mu yang lain .

Tapi aku menghina-Mu dan aku mencaci-Mu, tidak pernah aku dengar ayat-ayat Mu, bukan karena aku tuli atau dungu, tapi aku masih buta, iya buta mata tidak lebih sakit daripada buta hati, iya hati ku saat itu sedang buta! Tidak tahu siapa tuhanku, tidak tahu siapa sahabatku dan tidak tahu siapa yang buat aku terlahir di dunia ini.
Tuhan sudah sekitar 18 tahun kakak-ku berada di surga, menjadi bunga penghias di antara para penghuni surga, tuhan sampaikan padanya bahwa, adikmu di sini selalu setia mendo’akanmu.
Tidak pantas orang yang selalu menghina-Mu masuk kedalam rumahmu, mengapa kau izinkan aku masuk ke dalam surgamu ?, tuhan neraka lah yang tepat untukku, dan aku lah yang selalu panjatkan kata-kata munafik untuk menutupi semua keburukanku. Memang hamba tidak pantas keu berikan sebuah kenikmatan, cukup dengan darah dan nanah dan juga bangkai menjadi santapanku nanti .
Oh ternyata ini adalah bagian dari kodratmu, inilah sifatmu yang maha megampuni sebelum hamba meminta ampun, yang maha memberi sebelum hamba meminta, yang maha tahu sebelum hamba mengerti, engkau cahaya yang tidak bisa di lihat tapi ada, iya cahaya islam, cahaya iman, cahaya ketulusan, engkau bukan sesuatu yang mudah di tafsirkan, engkau yang maha mengerti apa maksud hati ini .
Engkaulah ALLAH, yang selalu butakan mataku terhadap dunia dan tampakan mataku ketika melihat-Mu, bukan sebuah impian dan juga harapan . tetapi dengan kerendahan hati aku selalu ingin dekat denganmu, di atas semua dosa ku karena dosa terindahku adalah saat bersama-Mu, berdzikir dengamu dan selalu berhubungan dengamu. Aku tidak punya keistimewaan tapi aku punya Allah yang memberikan keistimewaan dan yang merupakan keistimewaan, yaitu selalu istimewa di hati umat islam .
Semoga tuhan mendengar dan semoga engkau tahu bahwa aku adalah hambamu yang buta..

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image