surat hati

~Dulu slalu ada waktu untuk kita, kini ku sendiri.
~Dulu kata cinta tak habis tercipta, kini tiada lagi.
~sedang apa dan dimana dirimu yang dulu kucinta?
~ku tak tau, tak lagi tau seperti waktu dulu.

Itulah selintas kalimat lagu yang sering ku dengar. Disaat aku merindukanmu, disaat aku mengenang kisah kita. Kisah yang dahulu kita jalani berdua, hanya berdua. Disaat kau peluk erat tubuh ini dengan kasih sayang, ketika kamu mencubit hidungku, ketika kamu menyanyikan beberapa lagu sebelum aku tidur, ketika kamu menghapus air mata ini disaat aku menangis. Oh Tuhan, aku tak tau dimana ia sekarang. Aku menginginkannya, i need you here, beside me!
Akankah kita akan mengulangi kisah kasih itu kembali? akankah kamu sama seperti apa yang aku kenal dulu? kejadian itu membuat kita jauh, entah kamu yang memang salah atau aku yang terlalu sensitif. Tapi jika boleh aku berkata jujur, aku hanya menginginkan dirimu yang dulu. Aku tak begitu suka kamu yang sekarang. sifatmu berbeda, kamu berbeda sayang.
Sebelum aku tidur, aku selalu mendengarkan lagu kita, lagu yang sering kita nyanyikan bersama, lagu yang dulu selalu kamu nyanyikan untukku. Tanpa ku sadari, air mata ini jatuh seketika. Jatuh berderai tanpa bisa ku hentikan. mungkin, ini pertanda bahwa aku sangat merindukanmu, bahwa aku sangat menyayangimu dan bahwa aku tak bisa melupakan kenangan kita. Kenangan itu terlalu manis sayang, terlalu manis untuk aku lupakan.
Aku berfikir, akankah disana kau juga memikirkan hal yang sama denganku? aku rasa tidak, tapi mungkin bisa jadi, namun.. entahlah aku tidak mau terlalu memikirkannya, karena itu hanya membuat aku sakit, sakit hati yang teramat sangat dalam. Terkadang, aku berfikir untuk kembali untukmu, tapi? secepat itu juga rasa kesalmu terlintas dibenakku. Disaat kau membuat kesalahan dan selalu kumaafkan dan itu terulang kembali. Aku lelah! Aku lelah hadapi dirimu yang tak pernah mau berubah. berubah demi dirimu, demi aku dan demi cinta kita. Aku tak pernah bisa marah kepadamu karna aku sayang kamu, sayang sekali. Tapi, kamu tidak mengerti hal itu. Kau hanya menganggapku menurut logikamu saja, kau tak pernah memikirkan apa yang aku rasakan menggunakan perasaan. Itulah beda antara perempuan dan laki-laki. Aku dan perempuan lainnya lebih sering menggunakan perasaan dalam hal apapun, maka sdari itu kami sering lebih merasa tersakiti. tetapi lelaki? hanya memandang suatu hal dengan menggunakan logikanya saja. kapan kita akan satukan pemikiran itu sayang? pemikiran dengan menggunakan perasaan dan logika. Pemikiran yang dapat mempersatukan kita. Aku harap kamu merasakan dan berfkiran yang sama disana, entah dimana. 1 hal : aku rindu kamu.

Bandung, 28 maret 2009

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image