Archive for AFNI ANANTASARI
Peranan TI dalam profesi psikologi
Peranan TI Dalam Profesi Psikologi
Menurut Williams dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. Perkembangan tekonologi informasi pada saat ini sangat berkembang pesat dan berperan dalam segala bidang, salah satunya adalah psikologi.
Seorang psikolog dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, seperti menyimpan [...]
Perilaku Konsumen A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Engel, Blackwell, dan Winiard (1994), perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pengaruh lingkungan, perbedaan dan pengaruh individual, dan proses psikologis. 1. Pengaruh Lingkungan Konsumen hidup di dalam lingkungan yang kompleks. Perilaku proses keputusan konsumen dipengaruhi oleh budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, dan situasi. a. Budaya Budaya, seperti digunakan di dalam studi perilaku konsumen, mengacu pada nilai, gagasan, artefak, dan simbol-simbol lain yang bermakna yang membantu individu untuk berkomunikasi, melakukan penafsiran dan evaluasi sebagai anggota masyarakat. Contohnya, di bagian-bagian dari Afrika Timur, salah satu kutukan terburuk yang mungkin dihadapi oleh seorang wanita adalah tubuh yang ramping. Singkatnya “ gemuk adalah cantik, “ dan alat bantu untuk mengurangi berat akan menghadapi pasar yang tidak mau menerima. b. Kelas Sosial Kelas Sosial adalah pembagian di dalam masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berbagi nilai, minat, dan perilaku yang sama. Mereka dibedakan oleh perbedaan status sosioekonomi yang berjajar dari yang rendah hingga yang tinggi. Status kelas sosial kerap menghasilkan bentuk-bentuk perilaku konsumen yang berbeda ( misalnya merek dan model dari mobil yang dikendarai, dan model pakaian yang disukai ). c. Pengaruh Pribadi Sebagai konsumen, perilaku kita kerap dipengaruhi oleh mereka yang berhubungan erat dengan kita. Kita mungkin berespons terhadap tekanan yang dirasakan untuk menyesuaikan diri dengan norma dan harapan yang diberikan orang lain. d. Keluarga Keluarga merupakan unit pengambilan keputusan utama, tentu saja, dengan pola peranan dan fungsi yang kompleks dan bervariasi. e. Situasi Perilaku berubah ketika situasi berubah. Perubahan ini tak menentu dan tidak dapat diramalkan. Pada kesempatan lain, perubahan tersebut dapat diramalkan melalui penelitian dan dimanfaatkan dalam strategi. 2. Perbedaan Individu Perbedaan individu dipengaruhi oleh sumber daya konsumen, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, dan kepribadian, gaya hidup, dan demografi. a. Sumber Daya Konsumen Setiap orang membawa tiga sumber daya ke dalam setiap situasi pengambilan keputusan, yaitu waktu, uang, dan perhatian (penerimaan informasi dan kemampuan pengolahan). Umumnya terdapat keterbatasan yang jelas pada ketersediaan masing-masing, sehingga memerlukan semacam alokasi yang cermat. Sebagai contoh, wanita karier yang sibuk, yang juga seorang istri dan ibu, mungkin mempunyai pendapatan yang cukup besar untuk memungkinkan pembeliaan yang kerap atas pakaian dan perlengkapan rumah tangga yang mahal. Namun, ada pembatasan waktu yang tersedia untuk berbelanja dan kemampuan untuk mengalokasikan perhatian pada informasi yang dikumpulkan di dalam prosesnya. b. Motivasi dan Keterlibatan Keterlibatan adalah tingkat kepentingan pribadi yang dirasakan atau minat yang dibangkitkan oleh stimulus di dalam situasi spesifik. Hingga jangkauan kehadirannya, konsumen bertindak dengan sengaja untuk meminimumkan risiko dan memaksimumkan manfaat yang diperoleh dari pembelian dan pemakaian. Motivasi merupakan suatu predisposisi abadi yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku ke arah tujuan tertentu. c. Pengetahuan Pengetahuan, hasil belajar, dapat didefinisikan secara sederhana sebagai informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pengetahuan konsumen mencakupi susunan luas informasi, seperti ketersediaan dan karakteristik produk dan jasa, dimana dan kapan untuk membeli, dan bagaimana menggunakan produk. d. Sikap Sikap merupakan suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang berespons dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan objek atau alternatif yang diberikan. e. Kepribadian, Gaya Hidup, dan Demografi Kepribadian, gaya hidup, dan demografi berguna dalam mendefinisikan berbagai karakteristik objektif dan subjektif dari konsumen di dalam pangsa pasar target. 1. Kepribadian (personality) Penelitian kepribadian selalu penting di dalam psikologi klinis, tetapi sebuah konsep yang menarik diperkenalkan oleh Pierre Martineau pada tahun 1950-an ketika ia mengajukan hipotesis bahwa produk juga mempunyai kepribadian dalam bentuk citra merek. Suatu deduksi logis pada titik itu adalah bahwa strategi pemasaran harus berfokus pada pencocokan kepribadian konsumen dengan kepribadian produk. 2. Gaya Hidup (lifestyle) Hasil terbesar dari era penelitian kepribadian adalah perluasan focus untuk mencakupi gaya hidup. Pola yang digunakan orang untuk hidup dan menghabiskan waktu serta uang. 3. Demografi Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi 3. Proses Psikologis Proses psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu pembelajran dan perubahan sikap dan perilaku. a. Pembelajaran Siapa saja yang berusaha mempengaruhi konsumen sebenarnya sedang mencoba menghasilkan pembelajaran-proses dimana pengalaman menyebabkan perubahan dalam pengetahuan, sikap atau perilaku. Menurut John B. Watson, pengulangan yang konstan akan mengukuhkan respons dan membina kebiasaan membeli. b. Perubahan Sikap dan Perilaku Perubahan dalam sikap dan perilaku adalah sasaran pemasaran yang lazim. Proses ini mencerminkan pengaruh psikologis dasar yang menjadi subjek dari beberapa dasawarsa penelitian yang intensif. B. Dinamika Psikologis Perilaku Konsumen Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak faktor yang mendasari seseorang untuk mengambil keputusan dalam membeli suatu produk atau barang. Perilaku konsumen dalam membeli suatu produk, diawali oleh lingkungan yang kemudian di proses oleh individu sesuai dengan kepribadian dan kebutuhannya akan suatu produk atau barang, sebelum mengambil suatu keputusan dalam membeli suatu produk atau barang. Daftar Pustaka Engel. J. F., Blackwell, R. D., & Minniard, P. (1994). Perilaku Konsumen. Jakarta : Binapura Aksara.
VN:F [1.6.8_931]please wait…Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:F [1.6.8_931]Rating: 0 (from 0 votes)
11Oct2010 | AFNI ANANTASARI | 0 comments | ContinuedKonsep Konsumsi, Konsumen, Konsumtif, dan Konsumerisme A. Konsumsi 1. Pengertian Konsumsi Dalam kehidupan manusia sehari-hari, secara singkat konsumsi sering diartikan sebagai kegiatan memakai, menggunakan, atau memanfaatkan barang atau jasa. 2. Tujuan Konsumsi Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia secara umum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya dan mencapai tingkat kemakmuran. Namun, dengan adanya tingkatan atau lapisan masyarakat yang berbeda-beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula. Pada masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mempertahankan kelangsungan hidup. Contohnya kehidupan masyarakat Baduy Dalam di Daerah Leuwidamar Rangkas Bitung Provinsi Banten. Pada masyarakat modern, tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekedar mempertahankan hidup, tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan dan prestise (harga diri). Contoh konsumsi barang mewah atau shopping ke luar negeri. B. Konsumen 1. Pengertian Konsumen Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Peter & Olson, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah : a. Budaya b. Sosial c. Pribadi d. Psikologi C. Konsumtif 1. Pengertian Perilaku Konsumtif Menurut James F. Engel, perilaku konsumtif dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif ada dua, yaitu internal dan eksternal : a. Faktor Internal Faktor internal juga terdiri dari dua aspek, yaitu faktor psikologis dan faktor pribadi. 1. Faktor psikologis, menurut Kotler juga sangat mempengaruhi seseorang dalam bergaya hidup konsumtif diantaranya : 1) Motivasi 2) Persepsi 3) Sikap Pendirian dan Kepercayaan 2. Faktor Pribadi, menurut Kotler keputusan untuk membeli sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu : 1) Usia 2) Pekerjaan 3) Keadaan Ekonomi 4) Kepribadian 5) Jenis Kelamin b. Faktor Eksternal atau Lingkungan Variabel-variabel yang termasuk dalam faktor eksternal dan mempengaruhi perilaku konsumtif, yaitu : 1. Kebudayaan 2. Kelas Sosial 3. Kelompok Sosial, dan 4. Keluarga. D. Konsumerisme Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. Daftar Pustaka : Sukwiaty, Jamal, dan Sukamto. 2003. Ekonomi 1. Bandung : Yudhistira http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH8039/b5482409.dir/doc.pdf http://skripsimudah.blogdetik.com/2009/01/20/perilaku-konsumen-faktor-pengaruhny
VN:F [1.6.8_931]please wait…Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:F [1.6.8_931]Rating: 0 (from 0 votes)
4Oct2010 | AFNI ANANTASARI | 0 comments | ContinuedOrientsi pengertian dan konsep psikologi konsumen
Psikologi Konsumen
Psikologi konsumen berakar pada psikologi periklanan dan penjualan. Pada psikologi konsumen tercakup penelitian tentang konsumen sebagai pembeli dan konsumen sebagai konsumen, konsumen sebagai warga negara, serta sebagai sumber data dari pengetahuan perilaku dasar. Masing-masing metode yang digunakan dalam psikologi konsumen memiliki keluasan perbedaan dalam hal disain eksperimentalnya, subjek yang diteliti, prosedur pengumpulan data, dan [...]
Tingkat Pertumbuhan ADHD
Tingkat Pertumbuhan ADHD
Menurut T. Badley Tanner, MDUniversity Of Pittsburg Medical Center dan diterjemahkan oleh Babsy Permadi
Meskipun banyak orang dengan ADHD (50%) mengalami pengurangan dalam gejala pada saat mereka menjadi dewasa , hanya sedikit yang tidak menunjukkan gejala ADHD lagi. Banyak yang masih kesulitan mengikuti pembicaraaan, lupa akan tugas, tidak teratur, belanja atau bertaruh tanpa berpikir [...]
Beberapa Faktor Yang Terkait Dengan Makanan Pada Anak Autis
Beberapa Faktor yang Terkait dengan Makanan pada Anak Autis
Penulis : Tuti Soenardi, Susirah Soetardjo
1. Gangguan pencernaan protein gluten dan kasein
Gluten adalah protein tepung terigu dan kasein adalah protein susu. Anak dengan gangguan autisme sering mengalami gangguan mencerna gluten dan kasein. Dalam keadaan normal, sebagian besar protein dicerna menjadi asam amino, sisanya menjadi peptida. Protein gluten [...]
Lima Nutrisi Baik Dan Buruk Bagi Penderita ADHD
LIMA NUTRISI BAIK DAN BURUK BAGI PENDERITA ADHD
Oleh : Eka Septia – detikFood
Jakarta – Apakah anak Anda berlaku sulit diatur? Sering tidak memperhatikan jika diajak berbicara? Mungkin anak Anda menglami gangguan ADHD. Jika ya, perhatikan setiap makanan yang dikonsumsinya. Salah-salah malah memicu peningkatan ADHD-nya. Simak info lengkapnya di sini!
Jika anak Anda menderita ADHD atau mengalami [...]
Menangani Anak Hiperaktif di Kelas
Menangani Anak Hiperaktif di Kelas
Oleh : Iim Imandala, S.Pd.
“Aduh anak ini ga bisa duduk diam di bangku, jalan-jalan terus” Demikian sedikit keluhan dari seorang guru kelas satu SD (Sekolah Dasar) yang mengeluhkan anak didiknya karena anak itu jalan-jalan terus di kelas. Akibat tidak bisa duduk diam banyak tugas-tugas belajarnya tidak selesai atau tidak dikerjakan. Teman-temannya [...]
Menangani Anak Hiperaktif di Kelas
Menangani Anak Hiperaktif di Kelas
Oleh : Iim Imandala, S.Pd.
“Aduh anak ini ga bisa duduk diam di bangku, jalan-jalan terus” Demikian sedikit keluhan dari seorang guru kelas satu SD (Sekolah Dasar) yang mengeluhkan anak didiknya karena anak itu jalan-jalan terus di kelas. Akibat tidak bisa duduk diam banyak tugas-tugas belajarnya tidak selesai atau tidak dikerjakan. Teman-temannya [...]
Merokok Saat Hamil, Jadikan Anak Hiperaktif
Merokok Saat Hamil, Jadikan Anak Hiperaktif
Saat tengah hamil, sang ibu memiliki banyak pantangan yang harus dijaga demi kesehatan janin. Salah satu yang dilarang adalah merokok saat hamil. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang merokok berisiko lebih tinggi mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
Sebuah penelitian di Inggris mengemukakan bahwa [...]
Perbedann Anak Hiperaktif dan Anak AKtif
PERBEDAAN ANAK AKTIF DAN HIPERAKTIF
Anak aktif memiliki kecenderungan menjadi anak cerdas. Sedangkan anak hiperaktif menunjukkan adanya disfungsi neurologis.
ANAK HIPERAKTIF
Kata Sani Budiantini Hermawan, Psi., “Ditinjau secara psikologis hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. Hiperaktif merupakan turunan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder atau ADHD,”
Psikolog dari [...]
Aktivitas Pelepasan Energi Untuk Anak ADHD
Aktivitas Pelepasan Energi untuk anak ADHD (Analisis terhadap penerapan Metode ABA)
Menurut Denik Puji Lestari, anak ADHD dengan symptom hiperaktivitas yang menonjol, memiliki banyak energi di dalam tubuhnya yang perlu untuk dilepaskan atau disalurkan. Anak ADHD yang melakukan terapi di pusat terapi Cinta Ananda mengalami kesulitan untuk terlibat dengan aktif dalam rangkaian proses terapi khususnya [...]
ADHD Bersumber di Otak
ADHD BERSUMBER DI OTAK
ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder) alias gangguan konsetrasi yang selama ini dituding sebagai salah satu jenis autis, ternyata bersumber dari gangguan neurotransmitter tertentu dalam otak.
Namun penelitian terbaru oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) yang dipublikasikan di jurnal American Medical Association, September lalu, belum berani memastikan penyebab gangguan ini, walau telah berhasil [...]
ADHD Bersumber di Otak
ADHD BERSUMBER DI OTAK
ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder) alias gangguan konsetrasi yang selama ini dituding sebagai salah satu jenis autis, ternyata bersumber dari gangguan neurotransmitter tertentu dalam otak.
Namun penelitian terbaru oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) yang dipublikasikan di jurnal American Medical Association, September lalu, belum berani memastikan penyebab gangguan ini, walau telah berhasil [...]
Sistem Manusia Mesin
Sistem Manusia Mesin
Ergonomi ialah ilmu, teknologi dan seni untuk menserasikan alat, cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia untuk diperolehnya kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan efisien demi tercapainya produktivitas kerja yang setinggi – tingginya. Dalam hal – hal tertentu, sering kali manusia yang harus menyesuaikan kemampuan, kebolehan dan [...]


