Archive for ADE PUTU DILARSE
Cindai
Kubuat sesuai permintaan sahabatku Harris, yang sesok akan menyatakan cintanya ke sang kekasih. Best of luck, Ris! Untuk dia yang tak terperi, Lewat kata yang berpeluk ku menguntai arti Dalam salinan surat tertukar jati diri Dalam sepinya, aku menyendiri, mengusir citramu yang belum kutemui Teruntuk diriku, aku berpledoi, mengapa rupamu yang terus terpindai [...]
11May2012 | ADE PUTU DILARSE | 0 comments | ContinuedDivortium Nota Bene
Dear Freas, Apa kabarmu, sayang? Sepuluh hari sudah berselang sejak terakhir kuterima pesanmu di genggamanku. Itupun hanya seuntai kata yang mengatakan bahwa dirimu baik-baik saja. Aku cemas menunggumu di rumah. Gelisah setiap jentik bebunyian, kukira itu bunyi kau yang pulang. Tapi tidak harusnya kucemas, karena ku yakin kau pasti tak kan kembali pulang. Aku tahu [...]
21Feb2012 | ADE PUTU DILARSE | 0 comments | ContinuedGaris Diantara Kita
Cinta itu buta, katanya. Tapi menurutku, tidak demikian dengan insan di sekelilingnya. Siapakah yang memberikan larangan terhadap cinta? Setahuku tidak ada. Lalu siapa yang mengkotak-kotakan cinta? Bahkan Tuhan pun di setiap kitab yang kubaca tidak pernah melarang ciptaanNya untuk bercinta. Lalu mengapa ada hati yang terluka karenanya? Aku akan bertutur kepadamu-siapapun dirimu itu-tentang kisah dua [...]
21Feb2012 | ADE PUTU DILARSE | 0 comments | ContinuedSejumput Rempah, Seikat Dupa
“Nih, diminum tehnya.” “Apaan sih! Ogah ah! Ini 2012, nte, masih aja percaya yang ginian?” “Tapi ini dari Ompung-nya Inang Uda mu.” “Ya, masa teh ditaro potongan kertas begitu.” “Itu jampe supaya kau ga keingat terus ama lelaki itu.” “Gereja iya, tapi ngedukun jalan terus.” “Lah, daripada pacarmu inang!” *** Namaku Marlina. Marlina Sihombing jika [...]
5Feb2012 | ADE PUTU DILARSE | 0 comments | ContinuedHeyho, strangers.
Matahari terbenam pada ufuknya di barat. Tergelitik rasaku untuk sejenak berpaling dari aktivitas yang menjenuhkan, sekadar berjalan menyisir taman dan bersenda gurau dengan sahabat atau mencicipi jajanan masa kecil. Ketika aku sedang menikmati sedikit buaian nafas alam, datanglah dia, wanita yang tidak kukenal. Menghampiriku dengan kecepatan yang tergesa. Aku masih menyesap batangan tembakau di tanganku. [...]
5Feb2012 | ADE PUTU DILARSE | 0 comments | Continued

