<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Warga &#187; Reportase</title>
	<atom:link href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/category/reportase/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id</link>
	<description>Student Journalism</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dapatkan Deal Special Dari KrisKros.com</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/dapatkan-deal-special-dari-kriskros-com/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/dapatkan-deal-special-dari-kriskros-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 00:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RIYANTO WIBOWO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Disain & Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi&Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Elektronika & Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Perundangan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga & Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Media dan Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[News and Events]]></category>
		<category><![CDATA[Obat dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku & Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Film]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sketsa Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Software Review]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[deal special]]></category>
		<category><![CDATA[kupon kriskros]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=201951</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang muda, yang gaul, yang smart dan yang doyan makan-makan rame-rame, ada kupon deal special dari KrisKros.com nih. Mau tau bagaimana caranya men-dapatkan deal special dari Kriskros.com, makanya baca artikel ini sampai selesai.
Deal Special dari KrisKros.com adalah penawaran kupon diskon dan deal special dari restaurant favoritmu, hotel berbintang, boutique, spa, lounge atau cafe langgananmu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang muda, yang gaul, yang smart dan yang doyan makan-makan rame-rame, ada <a href="http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&amp;id=335">kupon deal special dari KrisKros.com</a> nih. Mau tau bagaimana caranya men-<a href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/dapatkan-deal-special-dari-kriskros-com">dapatkan deal special dari Kriskros.com</a>, makanya baca artikel ini sampai selesai.</p>
<p><a href="http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&amp;id=335">Deal Special dari KrisKros.com</a> adalah penawaran kupon diskon dan deal special dari restaurant favoritmu, hotel berbintang, boutique, spa, lounge atau cafe langgananmu, bahkan tempat rerekresi yang menarik dan seru KrisKros memberikan deal serunya.</p>
<p>Kalau sudah kenal dan berkunjung di KrisKros.com, meskipun tanggungbulan atau uang jajan terpangkas, dengan <a href="http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&amp;id=335">deal special dari KrisKros.com</a>, makan enak, perawatan spa, travelling tetap jalan terus….soalnya dengan KrisKros.com tidak mengenal istilah KANKER alias Kantong Kering. Yuk <a href="http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&amp;id=335">smart shopping dengan deal special dari kriskros.com</a></p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=201951&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F09%2Fdapatkan-deal-special-dari-kriskros-com%2F&amp;linkname=Dapatkan%20Deal%20Special%20Dari%20KrisKros.com"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/dapatkan-deal-special-dari-kriskros-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif KRL turun</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/06/tarif-krl-turun/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/06/tarif-krl-turun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 23:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIKAIL FIRDAUS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=201216</guid>
		<description><![CDATA[Kini,  warga Jakarta dan sekitarnya dapat sedikit tersenyum. Pasalnya, tarif  KRL yang kemarin sempat naik, akhirnya turun kembali. PT. KAI telah  menetapkan tarif KRL Commuter Line untuk rute baru yaitu Jakarta &#8211; Bogor  seharga Rp 7.000, Jakarta &#8211; Depok Rp 6.000, Jakarta &#8211; Bekasi Rp 6.500,  Jakarta &#8211; Tangerang Rp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kini,  warga Jakarta dan sekitarnya dapat sedikit tersenyum. Pasalnya, tarif  KRL yang kemarin sempat naik, akhirnya turun kembali. PT. KAI telah  menetapkan tarif KRL Commuter Line untuk rute baru yaitu Jakarta &#8211; Bogor  seharga Rp 7.000, Jakarta &#8211; Depok Rp 6.000, Jakarta &#8211; Bekasi Rp 6.500,  Jakarta &#8211; Tangerang Rp 5.500, dan Jakarta &#8211; Serpong Rp 6.000.</h3>
<div>
<h3>Tetapi penumpang berharap PT KAI akan memenuhi janjinya membuat  jadwal sesuai kebutuhan, serta menambah perjalanan KRL terutama pada jam &#8211; jam sibuk. Pada jadwal pola  operasi tunggal yang sudah dipasang di setiap stasiun, PT KAI memangkas  perjalanan KRL Ekonomi dari 35 persen menjadi 23 persen.</h3>
</div>
<div>
<h3>Saat ini, prosentase penumpang KRL lebih didominasi oleh penumpang KRL ekonomi, penumpang KRL Ekonomi memenuhi 56 persen  dari 123 juta jumlah penumpang KRL Jabodetabek. Sedangkan KRL Ekonomi AC  dan Ekspres memiliki 65 persen perjalanan yang melayani 44 persen  penumpang.</h3>
</div>
<div style="text-align: justify">
<h3><span>Kita semua berharap agar kedepan pelayanan PT. KAI semakin baik di segala aspek, demi keamanan dan kenyamanan penumpang. </span></h3>
</div>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=201216&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F06%2Ftarif-krl-turun%2F&amp;linkname=Tarif%20KRL%20turun"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/06/tarif-krl-turun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GLOBALISASI</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/globalisasi-23/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/globalisasi-23/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 18:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JEFI BAKARBESSY</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=197836</guid>
		<description><![CDATA[NAMA: JEFI BAKARBESSY
KELAS : 2TB02
NPM   : 25309814

globalisasi  kata yang sangat familiar dalam kehidupan kita, entah itu kita  memibicarakan tentang globalisasi dalam dunia kebudayaan, politik atau  mungkin dunia arsitektur. Tapi, apa sih yang dimaksudkan dengan  arsitektur itu&#8230;?
Menurut asal katanya, kata &#8220;globalisasi&#8221; diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA: JEFI BAKARBESSY</p>
<p>KELAS : 2TB02</p>
<p>NPM   : 25309814</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/-yYY5gHkN5ms/TW5ACVzFQPI/AAAAAAAAACM/X5EqDG01gtY/s1600/globalization.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 320px;height: 237px" src="http://3.bp.blogspot.com/-yYY5gHkN5ms/TW5ACVzFQPI/AAAAAAAAACM/X5EqDG01gtY/s320/globalization.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>globalisasi  kata yang sangat familiar dalam kehidupan kita, entah itu kita  memibicarakan tentang globalisasi dalam dunia kebudayaan, politik atau  mungkin dunia arsitektur. Tapi, apa sih yang dimaksudkan dengan  arsitektur itu&#8230;?</p>
<p>Menurut asal katanya, kata &#8220;globalisasi&#8221; diambil dari kata <em>global</em>, yang maknanya ialah <em>universal</em>. Achmad Suparman menyatakan <em>Globalisasi  adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai  ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah</em> Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (<em>working definition</em>), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial atau proses  sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan  negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan  kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan  batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.</p>
<p>Ada beberapa definisi global yang dikemukakan oleh beberapa orang sebagai berikut :<br />
a. Malcom waters, seorang professor sosiologi dari Universitas Tasmania,  berpendapat, globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat  pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting  yang terjelma di dalam kesadaran orang.<br />
b. Emanuel richter, guru  besar pada ilmu politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapat, bahwa  globalisasi         adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang  menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi  kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.<br />
c. Princenton N  Lyman, mantan duta besar AS di Afrika Selatan, berpendapat bahwa  globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling  ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara di dunia dalam hal  perdagangan dan keuangan.<br />
d. Selo Soemardjan, bapak Sosiologi Indonesia,  berpendapat bahwa Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan  komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti system dan  kaidah yang sama.</p>
<p>Ciri Globalisasi</p>
<p>Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.</p>
<ul>
<li>Perubahan dalam Konstantin      ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam,      televisi satelit, dan internet      menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara      melalui pergerakan massa      semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang      berbeda.</li>
<li>Pasar dan produksi ekonomi  di      negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai  akibat dari      pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan  pengaruh perusahaan      multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).</li>
</ul>
<ul>
<li>Peningkatan interaksi kultural      melalui perkembangan media massa       (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah  raga      internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami  gagasan dan      pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi  beraneka ragam budaya,      misalnya dalam bidang <em>fashion</em>, literatur, dan makanan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Meningkatnya  masalah bersama,      misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis  multinasional, inflasiregional dan      lain-lain.</li>
</ul>
<p>Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah <em>dunia yang harus berubah tanpa terkendali</em> Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai <em>zaman transformasi sosial</em>.  yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama,  perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi.  Sejalan dengan itu,</p>
<p>Teori Globalisasi</p>
<p>Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:</p>
<ul>
<li>Para globalis  percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki  konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia  berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan  lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen.  meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai  konsekuensi terhadap proses tersebut.</li>
</ul>
<dl>
<dd>
<dl>
<dd>
<ul>
<li>Para <strong>globalis positif</strong> dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan  menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang  toleran dan bertanggung jawab.</li>
<li>Para <strong>globalis pesimis</strong> berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika  Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen  dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari  mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).</li>
</ul>
</dd>
</dl>
</dd>
</dl>
<ul>
<li>Para <strong>tradisionalis</strong> tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat  bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada,  terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi  sebuah fenomena internasionalselama  ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan  tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.</li>
</ul>
<ul>
<li>Para <strong>transformasionalis</strong> berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa  pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis.  Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal  keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi  seharusnya dipahami sebagai &#8220;<em>seperangkat hubungan yang saling  berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar  tidak terjadi secara langsung</em>&#8220;. Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.</li>
</ul>
<p>Sumber : www. idshvoong.com, www. id.wikipedia.org</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=197836&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F05%2Fglobalisasi-23%2F&amp;linkname=GLOBALISASI"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/globalisasi-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUKAN REGIONALISASI DAN LIBERALISASI PASAR,  TAPI PERSATUAN PERJUANGAN RAKYAT ASEAN  SEKILAS TENTANG KTT ASEAN HARI INI</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/bukan-regionalisasi-dan-liberalisasi-pasar-tapi-persatuan-perjuangan-rakyat-asean-sekilas-tentang-ktt-asean-hari-ini/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/bukan-regionalisasi-dan-liberalisasi-pasar-tapi-persatuan-perjuangan-rakyat-asean-sekilas-tentang-ktt-asean-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 14:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VELINO MONTHANA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Perundangan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>
		<category><![CDATA[News and Events]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=197315</guid>
		<description><![CDATA[
ASEAN meliputi area seluas 4.460.000km atau 2,3% dari lahan bumi dengan sekitar populasi 550juta orang dan  pada tahun 2010 mempunyai PDB nominal gabungan menjadi 1,8triliun masuk dalam ekonomi 9 besar dunia.tentu menjadi pasar yang cukup strategis tidak salah ketika banyak negara-negara imperialisme yang bersaing untuk mendapatkan pasar di asean di tingkat dunia memang negra-negara asean [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://kppsmi.wordpress.com/2011/05/06/sikap-politik-smi-dalam-ktt-asean-ke-18-di-jakarta/logo-warna-2/"></a></p>
<p>ASEAN meliputi area seluas 4.460.000km atau 2,3% dari lahan bumi dengan sekitar populasi 550juta orang dan  pada tahun 2010 mempunyai PDB nominal gabungan menjadi 1,8triliun masuk dalam ekonomi 9 besar dunia.tentu menjadi pasar yang cukup strategis tidak salah ketika banyak negara-negara imperialisme yang bersaing untuk mendapatkan pasar di asean di tingkat dunia memang negra-negara asean tidak pernah dapat posisi-posisi penting di PBB misalnya karena kebijakan ekonomi politik di tiap negara angota ASEAN yang berbeda beda oleh karena itu membuat forum ASEAN yang tujuannya hanya sebatas forum yang saling tukar informasi dan tanpa ada perjanjian yang mengikat.</p>
<p>Secara historis ASEAN didirikan pada tahun 1967 dalam suasana perang dingin. Paling tidak ada dua kepentingan dari didirikan ASEAN yaitu menerapkan politik anti komunisme dan perluasan modal kapitalisme internasional. Dalam perkembangannya  indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya mengikat dirinya dalam Piagam ASEAN yang berisi tentang pengesahan Charter Of The Association of Southeast Asian Nation (Piagam Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara), padahal jika kita amati substansi isi dari piagam ASEAN merupakan dasar-darar pembangunan tata ekonomi dan politik regional/kawasan dalam rangka mendorong liberalisasi pasar bebas <em>(free trade area)</em>, sebuah tata politik yang sejatinya merupakan<em> </em>kelanjutan skema pembangunan politik pada era orde baru, sehingga selaras dengan pilar utama pembangunan ekonomi ASEAN yaitu Liberalisasi Perdagangan, Investasi dan Keuangan. Itulah mengapa hingga hari ini penghapusan segala hambatan tarif ekspor dan impor barang menjadi prioritas kebijakan regional ASEAN, yang telah dijalankan sejak tahun 2004. Sementara setiap program regional/kawasan yang disepakati oleh kelompok negara ASEAN berujung pada pembukaan jembatan bagi aliran arus modal (investasi) maupun impor jasa dan barang dari negara China, Uni Eropa, AS dan negara-negara kapitalis lainnya ke dalam kelompok ASEAN itu sendiri maupun diantara negara-negara ASEAN.</p>
<p>Sebut saja ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) yang merupakan satu diantara 3 pilar utama kesepakatan perdagangan bebas di regional ASEAN. Sebuah aturan terhadap aliran investasi yang disepakati oleh para menteri ekonomi ASEAN pada tanggal 26  februari 2009, ACIA pada dasarnya adalah pengkonsolidasian dari dua aturan investasi dan keuangan yang pernah dibuat sebelumnya, yaitu Asean Agrement For the Promotion and Protection of Investment pada tahun 1987 dan Framework Agreement on the Asean Investment Area pada tahun 1998 (dikenal juga perjanjian AIA) serta protokol-protokol ASEAN lainnya yang terkait. ACIA merupakan salah satu respon menteri-menteri keuangan negara ASEAN dari gejolak krisis keuangan yang terjadi di Eropa dan Amerika, sebuah kesepakatan yang mendorong kebijakan-kebijakan liberalisasi keuangan di negara-negara ASEAN agar semakin kompetitif di bursa internasional sehingga mampu menciptakan sebuah kondisi keuangan yang lebih atraktif (menarik) bagi investor luar demi terciptannya sistem investasi yang lebih bebas dan terbuka. ACIA merupakan perjanjian investasi komperehensif yang mencakup 5 sektor yaitu industri pengolahan (manufacturing), pertanian, pertambangan dan penggalian serta sektor jasa yang terkait.</p>
<p><strong>ASEAN dan Ekspansi Imperialisme</strong></p>
<p>Pada bulan januari 2007, dilangsungkan pertemuan KTT ASEAN yang ke-12, dimana pada pertemuan tersebut para pemimpin ASEAN menandatangani deklarasi cebu tentang percepatan pembentukan komunitas ASEAN yang menyepakati 3 pilar penyatuan kawasan negara-negara ASEAN, yaitu Komunitas Keamanan Politik-ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN serta Komunitas Sosial-Budaya Masyarakat ASEAN. Di tahun yang sama di singapura, rezim pemerintah borjuasi negara-negara ASEAN bersandar pada deklarasi cebu tersebut, menyepakati model atau skema pembangunan kesatuan kawasan ekonomi ASEAN “ASEAN ECONOMIC COMMUNITY” (AEC) di Asia Tenggara, yang kemudian dimanifestasikan di dalam “PIAGAM ASEAN” atau ASEAN CHARTER dan diluncurkan pada tanggal 15 desember 2008 di Jakarta.</p>
<p>Piagam ASEAN berisikan sebuah cita-cita politik kapitalisme dan rezim pemerintahan negara di asia tenggara yang menginginkan adanya pembangunan satu area tunggal perdagangan bebas di kawasan asia tenggara, seolah mencontoh kepada saudara tuanya di Uni-eropa yang dulu tahapannya masih seperti yang terjadi di asia tenggara ini, cita-cita elit politik dan rezim asia tenggara adalah menciptakan masyarakat ASEAN di atas pondasi perdagangan bebas dengan stabilitas keamanan politik ala eropa. Di dalam Piagam ASEAN di sebutkan untuk menjadi satu masyarakat ekonomi bersama di butuhkan 3 syarat utama, yaitu liberalisasi Perdagangan Barang, liberalisasi sektor keuangan dan investasi, serta liberalisasi perdagangan Jasa dan Tenaga Kerja. Ini sangat tepat kita katakan bahwa 3 syarat tersebut merupakan syarat pembangunan masyarakat kapitalis yang diterapkan oleh rezim, kesepakat tersebut pun dilegalkan dalam bentuk PIAGAM ASEAN yang memayungi semua kesepakatan perdagangan bebas di regional asia tenggara, diantaranya ada AFTA (ASEAN Free Trade Agremment)   yang sekarang menjadi ATIGA (ASEAN Trade in Goods Agreement), AFAS (ASEAN Framework Agrement on Services), dan ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement). Di tingkatan AFTA hingga tahun 2011 telah direalisasikan melalui perjanjian perdagangan non-tarif (penghilangan pajak bea cukai) bilateral dengan beberapa negara-negara kapitalis dunia, diantaranya ASEAN-China FTA, ASEAN-Korea FTA, ASEAN-Jepang FTA, Indonesia-Jepang EPA, ASEAN-Australia FTA dan ASEAN-India FTA serta masih akan diadakan perjanjian perdagangan bebas lainnya dengan Uni Eropa, FTA dengan Amerika Serikat, FTA dengan Efta yang non uni eropa dan lain-lainnya, jika ditarik satu kesimpulan umum kesemuanya mengarah pada apa yang disebut dengan “single market and production base” (berbasis produksi dan pasar tunggal) serta free flow of gods, capital services and skilled labor (arus bebas dari barang modal, jasa-jasa dan tenaga terampil)</p>
<p>Kesepakatan-kesepakatan diatas tidak lain merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan piagam ASEAN yang berlandaskan pada ideologi kapitalisme, dalam piagam tersebut sangat jelas disebutkan bahwa regionalisme ASEAN adalah suatu kesatuan pasar bebas. Hal tersebut tertulis dalam pasal 1 ayat 5 piagam ASEAN yang menyatakan; “<em>To create a single market and production base wich is stable, prosperous, highly competitive, and ecconomically integrated with effective facillitation for trade and investment in which there is free flow of goods, services and investment; facilitated movement of business persons, professionals, talents and labour; free flow of capital;”</em> yang terjemahan bebas nya : Untuk menciptakan pasar tunggal dan basis peoduksi tunggal yang stabil, makmur, kompetitif dan secara ekonomis terintegrasi dengan fasilitas perdagangan dan investasi yang efektif dimana didalamnya ada aliran bebas barang, jasa dan investasi; perpindahan pelaku bisnis, profesional, orang ahli berbakat dan buruh, serta aliran modal yang lebih bebas.</p>
<p>Selanjutnya kedudukan ASEAN dalam sistem perdagangan bebas global diperjelas dalam pasal 2 ayat 2 huruf (n) yang menyatakan: menganut peraturan-peraturan perdagangan multilateral dan regim yang  berbasis pada aturan-ASEAN untuk pelaksanaan yang efektiv atas komitmen-komitmen ekonomi dan pengurangan progresif menuju penghapusan semua hambatan bagi integrasi ekonomi regional, dalam sebuah ekonomi yang dikemudikan pasar. Sementara, ATIGA dibutuhkan dalam rangka memperbesar aliran arus perdagangan barang di semua negara ASEAN pada tahun 2015, dengan cara pengintegrasian berbagai hal yang telah ada maupun penambahan baru dari perdagangan barang kedalam satu payung, pertemuan para menteri asean ke-39 menetapkan bahwa CEPT-AFTA ditingkatkan menjadi instrumen legal yang lebih konperehensif yang bernama ATIGA yang di tandatangani pada februari 2009, ATIGA mulai berjalan efektif 17 mei 2010 setelah diratifikasi oleh seluruh negara anggota ASEAN, sejak itu maka semua ketentuan perdagangan barang baik berupa cept maupun protokol-protokol yang ada di gantikan oleh ketentuan ATIGA, adapun unsur utama ATIGA adalah :</p>
<ul>
<li>Atiga mengkonsolidasikan      dan menyederhanakan semua ketentuan di dalam CEPT-AFTA dan memformalkan      beberapa keputusan tingkat menteri, sebagai akibatnya maka ATIGA menjadi      instrument legal satu-satunnya untuk dijalankan dan ditegakkan oleh para      pejabat pemerintah borjuis maupun oleh sektor swasta</li>
<li>Lampiran dari ATIGA memuat      jadwal pengurangan tarif secara lengkap dari setiap negara angota serta      menetapkan tingkat tarif yang harus dijalankan di setiap produk sampai      tahun 2015</li>
<li>ATIGA mengandung hal-hal      yang menjamin realisasi arus bebas barang di asean melalui liberalisasi      tarif,penghapusan hambatan-hambatan non tarif ketentuan asal barang,      fasilitas perdagangan,kepebeanan,standart dan penyesuaian serta aturan      sanitasi dan fitasoni atiga berisikan cakupan komitment yang komperehensif      dalam kaitannya dengan perdagangan barang,serta mekanisme implementesinnya      dan pengaturan kelembagaannya sehinga memudahkan sinergi dan berbagai      badan sektoral di asean</li>
<li>Dalam mencapai tujuan      penghapusan hambatan-hambatan non-tarif, maka ketentuan aturan-aturan      non-tarif di ATIGA te;aj ditingkatkan lebih lanjut melalui kodefikasi      aturan-aturan maupun pembuatan mekanisme utuk memonitor penghapusan NTMs      (Non Tarrif Meassures)</li>
<li>ATIGA menitik beratkan pada      aturan-aturan fasilitasi perdagangan dengan memasukkan kerangka fasilitasi      perdagangan ASEAN.</li>
</ul>
<p>AFAS ASEAN Framework Agreement on Trade in Service</p>
<p>Di sebut sebagai AFAS -7, karena paket terakhir dari AFAS ini menyangkut liberalisasi 7 sektor jasa, ini adalah perjanjian sektor jasa yang paling liberal dari yang pernah dilakukan di ASEAN, sektor-sektor jasa yang di atur dalam AFAS-7 antara lain : liberalisasi jasa bisnis, jasa profesional, konstruksi, distribusi, jasa lingkungan, pelayanan kesehatan, transport maritim, telekomunikasi, turisme, dan termasuk di dalamnya adalah liberalisasi sektor pendidikan. AFAS-7 di tandatangani oleh para menteri ekonomi ASEAN pada tanggal 26 februari 2009 di Hua-Hin thailand Liberalisasi ambisius tersebut menyangkut :</p>
<p>a)    Penjadwalan bagi tidak adannya kekangan lagi atas suplai jasa lintas batas (cross border suply) dan konsumsi keluar negeri yang dikenal sebagai moda1 moda 2</p>
<p>b)    Menghapus kekangan-kekangan secara progresif kesemuannya ini pada akhirnya akan mengarah kepada bagaimana memperluas terus menerus komitment jasa-jasa ke arus bebas jasa-jasa ditahun 2015 dengan fleksibel</p>
<p>Pada awalnya AFAS sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kalangan industri jasa dari negara-negara angota ASEAN (disebut AMS-ASEAN mamber states) disepakati oleh menteri ekonomi ASEAN pada tanggal 15 desember 1995 di bangkok tujuan AFAS adalah :</p>
<p>a)    Meningkatkan kerja sama dalam sektor jasa, diantara negara-negara anggota ASEAN guna memperbaiki efisiensi dan daya saing industri-industri jasa di ASEAN, memberagamkan kapasitas produksi dan suplai serta distribusi sektor jasa</p>
<p>b)    Menghapus hambatan substansial dalam perdagangan jasa-jasa</p>
<p>c)    Meliberalisasi perdagangan jasa dengan memperluas cakupan dan kedalaman liberalisasi di atas yang telah disepakati di GATs dan WTO.</p>
<p>d)    Menyediakan pengakuan akan pendidikan atau pengalaman, persayaratan, lisensi atau sertifikat yang akan diatur dalam pengaturan tersendiri (<em>disebut mutual recognition arrangement/MRA</em>)</p>
<p>MRA (Mutual Recognition Arrangement) merupakan bagian dari pengaturan AFAS-7, sebuah aturan khusus yang mengatur usaha negara dalam memfasilitasi pergerakan penyedia jasa profesional (perusahaan Outshourcing) di wilayah ASEAN, MRA sejak awal diatur dalam pasal 5 AFAS, yang berbunyi:</p>
<p>“setiap negara anggota dapat mengakui pendidikan atau pengalaman yang didapat, sesuai dengan persyaratan, ataupun lisensi atau sertifikat yang diberikan oleh negara anggota lainnya, guna memberikan lisensi atau sertifikat terhadap pensuplai jasa. Pengakuan semacam itu dapat didasarkan atas perjanjian atau pengaturan dengan negara anggota yang bersangkutan ataupun dapat diberikan oleh mereka sendiri”</p>
<p>Dengan kata lain bahwa perusahaan outshourcing yang diakui oleh pihak berwenang di negara asalnya, juga diakui secara bersama oleh negara-negara ASEAN. Dan Perusahaan tersebut berhak dan diperbolehkan menyediakan suplay tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan yang lokasi usahanya berada di luar negara asalnya, selama negara-negara tersebut adalah anggota dari ASEAN, hingga sekarang liberalisasi pasar tenaga kerja yang diatur dalam MRA diantaranya :</p>
<p>a)    Pengaturan liberalisasi tenaga kerja keahlian teknik pada 9 desember 2005 di Kuala Lumpur</p>
<p>b)    Pengaturan liberalisasi tenaga kerja keperawatan pada 8 Desember 2006 di Cebu Filipina</p>
<p>c)    Pengaturan liberalisasi jasa arsitek pada 19 November 2007 di Singapura</p>
<p>d)    Pengaturan liberalisasi tenaga profesional di bidang pariwisata yang disetujui dalam pertemuan para menteri pariwisata ASEAN pada 9 januari di Hanoi, Vietnam</p>
<p>e)    Pengaturan liberalisai jasa akuntan</p>
<p>f)     Pengaturan liberalisasi jasa praktisi medis di sepakati pada 26 februari 2009</p>
<p>g)    Pengaturan liberalisasi jasa praktisi dokter gigi, disepakati pada 26 februari 2009</p>
<p>Kedepan masih akan lebih banyak lagi, peraturan-peraturan sejenis, yang pada prinsipnya adalah memperhebat aturan mengenai fleksibilitas tenaga kerja ASEAN, dalam beberapa tahun kedepan peraturan tersebut akan diperluas hingga pada pembuatan skema penyediaan jasa tenaga kerja di sektor-sektor industri (buruh) dan sektor riil rakyat yang lainnya. Efek dari kebijakan fleksibilitas semacam ini dapat kita pelajari dari pengalaman Turki dan Perancis pada tahun 2010 yang lalu, begitu mudahnya timbul konflik etnis yang terjadi di Turki dan Perancis akibat tergesernya buruh dalam negeri oleh tenaga kerja imigran yang lebih dipilih oleh pengusaha karena dapat dibayar dengan lebih murah, atau yang paling segar adalah kejadian pembakaran pabrik dan konflik etnis yang terjadi di Batam tahun 2010 yang lalu antara buruh indonesia dengan buruh asing.</p>
<p>Keseluruhan dari setiap regionalisasi dan kerja sama pasar bebas diatas adalah praktek kejahatan dari kapitalisme internasional. Hal ini juga membuktikan bahwa krisis kapitalisme internasional yang melanda koorporasi-koorporasi raksasa di negara Amereka dan Uni-Eropa. Sehingga untuk mengobati krisis tersebut adalah dengan jalan memperluas pasar dan dominasinya di negara-negara ASEAN. Oleh karena itu bentuk regionalisasi dan perdangan bebas akan sangat merugikan rakyat ASEAN.</p>
<p><strong>ACFTA DAN PERDAGANGAN BEBAS ASEAN TELAH GAGAL MENSEJAHTERAKAN RAKYAT</strong></p>
<p>Jika kita mengacu pada Pancasila dan UU 1945 khususnya pasal 33 ayat 1 yang menyatakan bahwa <em>“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.</em> Selain itu pada pasal 27 ayat 2 yang menyatakan <em>“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kehidupan.</em> Maka 2 pasal di dalam UUD 45 tersebut, sejatinya memberikan beban dan tanggung jawab terhadap negara untuk menciptakan satu iklim usaha yang berorientasi pada kesejahteraan dan perlindungan terhadap klass terlemah dan paling tereksploitasi di Indonesia (dalam prespektif borjuasi biasa di sebut dengan masyarakt golongan miskin), dengan kata lain di sebuah negara yang bervisi kerakyatan, jika sebuah rezim pemerintahan di negara tersebut menerbitkan dan memberlakukan sebuah peraturan yang pada akhirnya hanya menguntungkan segelintir orang saja. Hal tersebut sama saja dengan perilaku penghianatan konstitusional. Apa lagi kemudian segelintir golongan minoritas yang diuntungkan tersebut adalah kelompok yang selama ini ikut andil dalam memiskinkan dan mengeksploitasi bangsa mereka sendiri, sejatinya hal tersebut merupakan satu ciri dari beberapa tabiat rezim yang tunduk pada kepentingan borjuasi dan pemodal, singkatnya pemerintahan tersebut sejatinya mewakili sebuah klass yang menindas klass yang lainnya.</p>
<p>Pemerintahan SBY telah meratifikasi Piagam ASEAN <em>(ASEAN Charter) </em>ke dalam UU 38 tahun 2008, lalu juga diterbitkan beberapa aturan lanjutan seperti Peraturan Pemerintah, Keppres, Kepetusan Menteri dan lain lain, berikut tabulasi beberapa ratifikasi yang telah dilakukan rezim borjuasi SBY-Boediono di masa pemerintahannya :</p>
<p><em> </em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">Tahun</p>
</td>
<td width="227">
<p align="center">Peraturan Hukum</p>
</td>
<td width="300">
<p align="center">Tentang</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td width="227">Kepres RI NO48 tahun 2004</td>
<td width="300">Pengesahan framework</p>
<p>Agreement on comprehensifive</p>
<p>Economic cooperation between</p>
<p>ASEAN and china (Pengesahan ACFTA)</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td width="227">Keptusan menkeu RI No.355/KMK.01/2004 21 juli 2004</td>
<td width="300">Penetapan tarif dalam rangka Early harvest programe (tarif   harga hasil perkebunan dan peternakan)</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2005</p>
</td>
<td width="227">Peraturan MENKEU RI</p>
<p>NO.355/PMK.010/2005 tanggal 7 juli 2005</td>
<td width="300">Penetapan bea masuk dalam rangka normal track ASEAN china   FTA</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2006</p>
</td>
<td width="227">PERATURAN MENKEU RI</p>
<p>No.21/PMK.010/2006 tgl.15 maret 2006</td>
<td width="300">Penetapan bea masuk dalam rangka normal track asean china   FTA</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2007</p>
</td>
<td width="227">Peraturan menkeu</p>
<p>No.53/PMK/.011/2007 tgl 22 mei 2007</td>
<td width="300">Penetapan tarif bea masuk ACFTA</td>
</tr>
<tr>
<td width="111">
<p align="center">2008</p>
</td>
<td width="227">Peraturan menkeu RI</p>
<p>No.235/pmk.011/2008 tanggal 23 desember 2008</td>
<td width="300">Penetapan 0% tarif bea masuk barang ACFTA di laksanakan   tahun 2010</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Keputusan-keputusan pemerintahan borjuis di atas merupakan contoh dari hasil ratifikasi dari kesepakan ACFTA, yang telah disepakati pada tahun 2004 dan mulai dilaksanakan pada tahun 2010 yang lalu, pada kenyataannya hasil deregulasi yang diakukan pemerintah sama sekali tidak menjawab keresahan dari sektor industri riil di Indonesia, terutama UKM dan jenis-jenis usaha kecil yang lainnya, malah dimulai dari tahun 2004 pemerintah gencar melakukan privatisasi perusahaan-perusahaan vital negara (BUMN).</p>
<p>Berikut daftar urutan perjanjian mengenai ACFTA :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">Waktu  perjanjian</p>
</td>
<td width="489">
<p align="center">Nama perjanjian</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">6 november 2001</p>
</td>
<td width="489">ASEAN china comprehensif economic cooperation</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">4 november 2002</p>
</td>
<td width="489">Frame work Agrement on comprehensif economic coorperation   between the ASEAN and people republi  of china</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">29 november 2004</p>
</td>
<td width="489">Trade in goods agremeent and dispute settlement mechanism   agreement</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">8 desember 2006</p>
</td>
<td width="489">Amandemen protokol frame work agreement</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">Januari 2007</p>
</td>
<td width="489">Trade in service agreement</td>
</tr>
<tr>
<td width="149">
<p align="center">Januari 2009</p>
</td>
<td width="489">Persetujuan investasi asean</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dalam ACFTA disepakati akan dilaksanakan liberalisasi penuh pada tahun 2010 bagi ASEAN 6 dan china serta tahun 2015 untuk kamboja,laos,vietnam dan myanmar penurunan tarif dalam kerangka kerjasama ACFTA dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="158">
<p align="center">Katagori barang</p>
</td>
<td width="170">Perlakuan tarif dan tahun berlaku</td>
<td width="310">Barang-barang yang masuk dalam katagori</td>
</tr>
<tr>
<td width="158">
<p align="center">Early harvest program</p>
</td>
<td width="170">Penurunan tariff 0% berlaku januari 2006</td>
<td width="310">Binatang hidup, ikan, produk susu, tumbuhan,   sayur-sayuran, (kecuali jagung manis dan buah-buahan)</td>
</tr>
<tr>
<td width="158">
<p align="center">Normal track</p>
</td>
<td width="170">Penurunan tariff 0% berlaku 1januari 2010</td>
<td width="310">Batu bara, polycarbox acids, kayu, petrokimia lainnya,   kawat tembaga dan kurang lebih 1880 pos tarif yang lainnya</td>
</tr>
<tr>
<td width="158">
<p align="center">Sensitive track</p>
</td>
<td width="170">Penurunan tariff 20 % berlaku januari 2012</td>
<td width="310">Barang jadi kulit, tas, dompet, alas kaki, sepatu sport,   kulit, kacamata, alat music, mainan, besi dan baja, onderdil alat angkut,   glosida, nabati alkaloid ,senyawa organic, antibiotic, kaca, barang-barang   plastic kurang lebih 304 produk</td>
</tr>
<tr>
<td width="158">
<p align="center">Higly sensitive track</p>
</td>
<td width="170">Penurunan tarif 50 % berlaku 1 januari 2015</td>
<td width="310">Beras, gula, jagung, tekstil, produk otomotif 47-produk</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : <em>keputusan menteri perdagangan dan direktorat jendral kerjasama perdagangan internasional kementrian perdagangan RI</em></p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Bagi Indonesia perjanjian perdagangan bebas ini berdampak banyak, antara tahun 2005-2010 total import china mengalami kenaikan 226,32% mencakup 20,32% dari keseluruhan import Indonesia, BPS mencatat bahwa dalam periode 2008-2010 defisit perdagangan non migas Indonesia china mencapai USD 8,02 miliar, setara dengan jumlah total ekspor Indonesia ke china saat itu yaitu US$ 5,28 miliar. Sebanyak 1650 industri bangkrut dalam tahun 2006-2008 dan sebanyak 140.584 tenaga kerja kehilangan pekerjaaan dampak yang paling hebat terjadi pada awal 2010 ketika tariff 0% untuk bea MASUK  diterapkan, berbagai produk dalam katagori normal track (Batu bara, polycarbox acids, kayu, petrokimia lainnya, kawat tembaga dan kurang lebih 1880 pos tarif yang lainnya) menghancurkan industry dalam negeri secara massal, PT. Siliwangi<a href="http://kppsmi.wordpress.com/#_ftn1">[1]</a> adalah sebuah pabrik di ujung barat jakarta, persisnya pabrik tersebut terletak di pluit. Pabrik tersebut telah berdiri lebih dari 50 tahun yang lalu, pabrik yang khusus memproduksi kaos kaki dan bahan garment lainnya, pada akhir 2010 yang lalu tepatnya pada bulan Desember ditutup secara sepihak oleh pengusahanya, yang akibatnya menelantarkan lebih dari 150-an pekerjanya yang rata-rata adalah perempuan. Dan kejadian semacam ini, akan lebih banyak lagi terjadi mengingat fundamental ekonomi riil indonesia sama sekali tidak terproteksi oleh negara dan mekanisme controlingnya di serahkan pada mekanisme pasar.</p>
<p>Sementara, menurut APINDO ada 7,5 juta buruh yang berpotensi terkena PHK, akibat dari perusahaan dimana dia bekerja terdesak pasarnya oleh semakin membanjirnya jumlah barang import baik dari china dan negara-negara lainnya, pasar domestik (dalam negeri) yang dibanjiri oleh barang-barang impor berharga murah tentu saja akan menggulung barang-barang produksi industri dalam negeri, singkat kata pemerintahan borjuasi SBY-Boediono lebih memilih kebijakan pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri rakyat indonesia melalui import produk-produk berharga murah, dibandingkan dengan susah payah mengelola industri dalam negeri nya sendiri. Hingga akhir tahun  2011, 40 % dari total barang import yang beredar di indonesia adalah produk china, sementara jumlah barang import yang ada di indonesia jumlahnya berkisar 50 % dari produk-produk yang beredar di pasaran (apindo 2010). Dan lewat KTT ASEAN tanggal 6-8 mei kedepan, kebijakan semacam ini dipastikan terus berjalan dan semakin di masifkan.</p>
<p>Dari periode ke periode, perdangan bebas/neoliberalisme hanya akan menciptakan kesengsaraan dan penderitaan tiada batas bagi umat manusia. Percepatan pembentukan komunitas pasar bebas ASEAN  hanya skema dalam mendekatan ASEAN kepada jeratan kapitalisme internasional yang lebih dalam.</p>
<p><strong>Sikap Tegas Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) terhadap KTT ASEAN :</strong></p>
<p align="center">Menolak dan Lawan Rezim Perdagangan Bebas ASEAN</p>
<p><strong>Seruan Serikat Mahasiswa Indonesia :</strong></p>
<p align="center">Bangun Persatuan Perjuangan Rakyat ASEAN, melawan Rezim Imperialisme (Pasar bebas)</p>
<p><em>Jakarta, 06 Mei 2011</em></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>SERIKAT MAHASISWA INDONESIA</strong></p>
<p align="center"><strong>Cerdas, Militan, Merakyat</strong></p>
<p><a href="http://kppsmi.wordpress.com/#_ftnref1">[1]</a> Sekarang siliwangi adalah satu dari PTP FPBJ, dan FPBJ PTP Siliwangi sedang melakukan perjuangan menuntut hak normatif akibat pemutusan kerja sepihak oleh pengusaha. Higga saat tulisan ini dibuat kawan-kawan disana sedang menduduki areal pabrik yang tidak lagi berproduksi.</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=197315&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F05%2Fbukan-regionalisasi-dan-liberalisasi-pasar-tapi-persatuan-perjuangan-rakyat-asean-sekilas-tentang-ktt-asean-hari-ini%2F&amp;linkname=BUKAN%20REGIONALISASI%20DAN%20LIBERALISASI%20PASAR%2C%20%20TAPI%20PERSATUAN%20PERJUANGAN%20RAKYAT%20ASEAN%20%20SEKILAS%20TENTANG%20KTT%20ASEAN%20HARI%20INI"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/bukan-regionalisasi-dan-liberalisasi-pasar-tapi-persatuan-perjuangan-rakyat-asean-sekilas-tentang-ktt-asean-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Kaca Film dan Perawatannya</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/memilih-kaca-film-dan-perawatannya/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/memilih-kaca-film-dan-perawatannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 08:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEDI MURDANI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Elektronika & Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[News and Events]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku & Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=196643</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan banyaknya merek kaca film dipasarkan di Indonesia, menuntut  konsumen harus menentukan pilihan. Tidak bisa dipungkiri, faktor harga  sangat menentukan. Begitu juga dengan performa atau kinerja lapisan kaca  tersebut.
Kendati  demikian, menurut Christopher Sebastian,  Distributor Masterpiece  Indonesia,  faktor utama yang harus dipertimbangkan memilih kaca film  adalah keamanan dan bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height: normal"><strong><span>JAKARTA, KOMPAS.com</span></strong><span> – Dengan banyaknya merek kaca film dipasarkan di Indonesia, menuntut  konsumen harus menentukan pilihan. Tidak bisa dipungkiri, faktor harga  sangat menentukan. Begitu juga dengan performa atau kinerja lapisan kaca  tersebut.</span></p>
<p style="line-height: normal"><span>Kendati  demikian, menurut Christopher Sebastian,  Distributor Masterpiece  Indonesia,  faktor utama yang harus dipertimbangkan memilih kaca film  adalah keamanan dan bukan hanya penampilan. Pasalnya,  dari segi  penampilan banyak kaca film yang menarik, namun keamanannya kurang.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt;line-height: normal"><span>Kedua  adalah  tingkat kegelapan untuk kaca depan. “Jangan sampai berlebihan.  Pemerintah hanya membolehkan, maksimal 40 persen. Kalau terlalu gelap  plus  kualitas kaca kurang baik, justru akan membahaya pengemudi  di malam dan saat hujan. Pandangan bisa tergganggu,” urai Chris.</span></p>
<p style="line-height: normal"><strong><span>Umur Pakai</span></strong><strong><span><br />
</span></strong><span>Dijelaskan  pula, usia kaca film maksimal 5-7 tahun dan sangat  tergantung pada  kualitas produk. Jika sudah melewati  masa tersebut, kemampuannya membendung panas matahari, sinar ultraviolet  dan infra merah dipastikan sudah tidak efektif. Kalau sudah begini  harus diganti! </span></p>
<p style="line-height: normal"><strong><span>Perawatan</span></strong><strong><span><br />
</span></strong><span>Bagaimana  merawat agar awet? Pertama, utamakan kebersihan kaca baik dari dalam  atau di luar luar kabin. Untuk membesihkannya, gunakan lap basahdan  setelah itu dilap lagi dengan kain kasa kering atau chamois.</span></p>
<p style="line-height: normal">
<p style="line-height: normal"><span>sumber &gt;&gt; </span>http://otomotif.kompas.com/read/2011/03/26/13192227/Memilih.Kaca.Film.dan.Perawatannya.</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=196643&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F04%2Fmemilih-kaca-film-dan-perawatannya%2F&amp;linkname=Memilih%20Kaca%20Film%20dan%20Perawatannya"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/memilih-kaca-film-dan-perawatannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita karir juga seorang ibu (manusia dan tanggung jawab)</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/wanita-karir-juga-seorang-ibu-manusia-dan-tanggung-jawab/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/wanita-karir-juga-seorang-ibu-manusia-dan-tanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 17:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PUTRI JANUARINI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Sketsa Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=195854</guid>
		<description><![CDATA[Tanggung jawab adalah sebuah kegiatan yang  harus dilakukan oleh seseorang yang sesuai dengan kewajibannya. Sebuah  tindakan tanggung jawab ini agak sulit dilakukan oleh beberapa orang  dikarenakan banyak faktor yang mendukung. Diperlukannya untuk menanamkan  rasa rasa tanggung jawab terhadap kewajibannya sejak dari dini dan  harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggung jawab adalah sebuah kegiatan yang  harus dilakukan oleh seseorang yang sesuai dengan kewajibannya. Sebuah  tindakan tanggung jawab ini agak sulit dilakukan oleh beberapa orang  dikarenakan banyak faktor yang mendukung. Diperlukannya untuk menanamkan  rasa rasa tanggung jawab terhadap kewajibannya sejak dari dini dan  harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya  pada seorang wanita karir sebut saja Rina, ia sebagai wanita yang tetap  melakukan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dan juga tetap bekerja  untuk membantu menambah penghasilan. Seorang ibu seharusnya berada di  rumah untuk menjaga anaknya akan tetepi hal ini dapat dilakukan pada  wanita karir ini. Ia selalu pulang tepat waktu agar tetap bisa  memperhatikan anaknya yang berusia 5 tahun agar dapat berkembang dengan  kasih sayang seorang ibu. Sementara itu ia tetap bisa bekerja dengan  baik di kantornya, ia dapat membagi waktu untuk kedua kewajibannya  tersebut. Sikap  ini lah yang dimaksud dengan sikap bertanggung jawab pada manusia. Kita  harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi  kewajiban. Maka segala sesuatu yang kita lakukan dengan rasa tanggung  jawab akan kelak menjadi lebih baik hasilnya.</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=195854&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F04%2Fwanita-karir-juga-seorang-ibu-manusia-dan-tanggung-jawab%2F&amp;linkname=Wanita%20karir%20juga%20seorang%20ibu%20%28manusia%20dan%20tanggung%20jawab%29"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/wanita-karir-juga-seorang-ibu-manusia-dan-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi lain dari kemewahan kota Jakarta (Manusia dan Penderitaan)</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/sisi-lain-dari-kemewahan-kota-jakarta-manusia-dan-penderitaan/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/sisi-lain-dari-kemewahan-kota-jakarta-manusia-dan-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 17:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PUTRI JANUARINI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku & Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Sketsa Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=195852</guid>
		<description><![CDATA[Di era globalisasi sekarang teknologi sudah  maju dengan pesat dan hal ini pun terjadi di Ibu Kota Indonesia yaitu  Jakarta. Dipusat kota banyak berdiri gedung-gedung perkantoran, pusat  perbelanjaan, hotel-hotel mewah serta apartement yang semakin banyak  dibangun. Akan  tetapi dari kemajuan yang sudah terjadi ternyata masih ada saja  penderitaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era globalisasi sekarang teknologi sudah  maju dengan pesat dan hal ini pun terjadi di Ibu Kota Indonesia yaitu  Jakarta. Dipusat kota banyak berdiri gedung-gedung perkantoran, pusat  perbelanjaan, hotel-hotel mewah serta apartement yang semakin banyak  dibangun. Akan  tetapi dari kemajuan yang sudah terjadi ternyata masih ada saja  penderitaan yang tidak selaras dengan keadaan di pusat kota Jakarta.  Kemiskinan yang ada di ibu kota Jakarta terus semakin bertambah,  banyaknya para pengemis di pinggir jalan, mereka tidak mendapatkan  kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Banyak orang yang  terlantar hidupnya di Jakarta, seperti seorang kakek yang seharusnya  menikmati masa tuanya bersama dengan keluarga tetapi ini harus bekerja  keras untuk kelangsungan hidupnya, banyak anak yang putus sekolah  sehingga menjadi seorang pengamen atau kuli-kuli panggul di pasar untuk  membantu menghidupi keluarga. Banyak orang yang tidur di kolong jembatan  tanpa ada tempat berlindung dari bahaya serta mereka pun tidak  mempunyai pakaian yang layak untuk digunakan, jangankan untuk membeli  pakaian untuk makan saja susah apalagi mendapatkan makanan yang bergizi  untuk kesehatan. Penderitaan  ini jelas nyata terjadi di sekeliling kita mereka hidup dari belas  kasih dari kita yaitu sebagai pengemis atau sebagai pemungut sampah dari  apa yang kita buang. Janganlah pandang mereka sebelah mata karena  mereka juga saudara kita.</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=195852&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F04%2Fsisi-lain-dari-kemewahan-kota-jakarta-manusia-dan-penderitaan%2F&amp;linkname=Sisi%20lain%20dari%20kemewahan%20kota%20Jakarta%20%28Manusia%20dan%20Penderitaan%29"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/sisi-lain-dari-kemewahan-kota-jakarta-manusia-dan-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUGAS SOFTSKILL BULAN FEBRUARI</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/tugas-softskill-bulan-februari/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/tugas-softskill-bulan-februari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 03:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NENENG NURHASANAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi&Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=189979</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Bank :
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
Klasifikasi Bank :
1. Berdasarkan fungsi atau status operasi
- Bank Sentral
- Bank Umum atau Bank Komersial
- Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
- Bank Tabungan
- Bank Pembangunan
2. Berdasarkan kepemilikan
- Bank [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian Bank :</strong><br />
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk<br />
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau<br />
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak</p>
<p><strong>Klasifikasi Bank :</strong><br />
<em>1. Berdasarkan fungsi atau status operasi</em><br />
- Bank Sentral<br />
- Bank Umum atau Bank Komersial<br />
- Bank Perkreditan Rakyat (BPR)<br />
- Bank Tabungan<br />
- Bank Pembangunan<br />
<em>2. Berdasarkan kepemilikan</em><br />
- Bank Milik Negara<br />
- Bank Pemerintah Daerah<br />
- Bank Swasta Nasional<br />
- Bank Swasta Asing<br />
- Bank Umum Campuran<br />
- Bank Koperasi<br />
<em>3. Berdasarkan kemampuan mengedarkan uang</em><br />
- Bank Primer<br />
- Bank Sekunder<br />
<em>4. Berdasarkan segi penyediaan jasa</em><br />
- Bank Devisa<br />
- Bank Non Devisa</p>
<p><strong>Tugas Bank :</strong><br />
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter<br />
2. Menetapkan sasaran monter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya.<br />
3. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara termasuk tetapi tidak terbatas pada :<br />
- Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing<br />
- Penetapan tingkat diskonto<br />
- Penetapan cadangan wajib minimum dan<br />
- Pengaturan kredit dan pembiayaan<br />
4. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran<br />
5. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa pembayaran<br />
6. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya<br />
7. Menetapkan penggunaan alat pembayaran<br />
8. Mengatur dan mengawasi bank</p>
<p><strong>Fungsi Bank :</strong><br />
Secara umum, fungsi bank adalah menghimpum dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali<br />
kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary.<br />
Secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of development, agent of servies :<br />
<em>a. Agent of trust</em><br />
Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran dana<br />
<em>b. Agent of development</em><br />
Kegiatan bank memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi,<br />
serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi<br />
ini tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunan uang<br />
<em>c. Agent of servies</em><br />
Bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarak, antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang,<br />
penitipan barang berharga, pemberian jaminan bank, dan penyelesaian tagihan<br />
Secara ringkas tugas Bank adalah :<br />
1. Menghimpun dana untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana,<br />
maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu :<br />
- Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.<br />
- Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha  perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.<br />
- Dana yang bersumber dari lembaga keuangan yang diperoleh dari pinjaman  dana yang berupa kredit likuiditas dan call money (dana yang  sewaktu-waktu dapat ditarik dari bank yang meminjam).<br />
2. Penyalur atau pemberi kredit bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh,<br />
akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk  kredit kepada masayarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha.<br />
3. Sebagai penyalur dana, dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit,<br />
pembelian surat-surat barharga dan penyertaan, pemilikan harta tetap.<br />
4. Sebagai pelayan jasa bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu lintas pembayaran uang”.<br />
Melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya</p>
<p><strong>Kegiatan Bank :</strong><br />
1. Penghimpunan dana (giro, deposito, tabungan) dengan sasaran meminimumkan biaya<br />
2. Pengalokasian / penggunaan dana dalam bentuk pinjaman dengan sasaran memaksimumkan penerimaan<br />
3. Pelayanan jasa keuangan (transfer, letter of credit, traveller cheque, money changer, inkaso bank garansi dll)<br />
dan jasa non keuangan (save deposit box)</p>
<p><strong>Fungsi dalam peranan Bank Sentral :</strong><br />
Bank Sentral (Bank Indonesia) sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 dan UU No.13 tahun 1968 mempunyai<br />
tugas pokok membantu pemerintah dalam hal mengatur, menjaga dan memelihara stabilitas nilai rupiah<br />
serta mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat</p>
<p><strong>Salah Satu Kebijakan Bank Indonesia atau Pemerintah, berilah komentar :</strong><br />
Bank Indonesia akan mendorong peningkatan peran perbankan syariah.<br />
Menurut saya kebijakan ini sangatlah baik, karena perbankan syariah masih kurang diminati oleh nasabah,<br />
oleh karena itu perlu adanya kebijakan yang mengatur pentingnya peran perbankan syariah pada masyarakat Indonesia</p>
<p><a href="http://google.co.id/"></a></p>
<p><a href="http://nuralolipop.wordpress.com/2011/03/21/tugas-softskill-bulan-februari/">Sumber</a></p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=189979&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F03%2Ftugas-softskill-bulan-februari%2F&amp;linkname=TUGAS%20SOFTSKILL%20BULAN%20FEBRUARI"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/tugas-softskill-bulan-februari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Tiket Elektronik KA Mulai Diterapkan di Jalur Tanah Abang-Serpong</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sistem-tiket-elektronik-ka-mulai-diterapkan-di-jalur-tanah-abang-serpong/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sistem-tiket-elektronik-ka-mulai-diterapkan-di-jalur-tanah-abang-serpong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 15:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ulfa_1407</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=186911</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Tiket Elektronik KA Mulai Diterapkan di Jalur Tanah Abang-Serpong
JAKARTA&#8211;MIOL: Departemen Perhubungan mulai menerapkan sistem tiket elektronik (e ticketing) di beberapa stasiun kereta api lintas Tanah Abang-Serpong. Penerapan sistem ini diberlakukan menyusul beroperasinya jalur ganda (double track) Tanah Abang-Serpong pada 21 April 2007.
&#8220;Dengan sistem ini jumlah penumpang KA yang tidak bertiket bisa diminimalisasi,&#8221; kata Menteri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem Tiket Elektronik KA Mulai Diterapkan di Jalur Tanah Abang-Serpong</p>
<p>JAKARTA&#8211;MIOL: Departemen Perhubungan mulai menerapkan sistem tiket elektronik (e ticketing) di beberapa stasiun kereta api lintas Tanah Abang-Serpong. Penerapan sistem ini diberlakukan menyusul beroperasinya jalur ganda (double track) Tanah Abang-Serpong pada 21 April 2007.</p>
<p>&#8220;Dengan sistem ini jumlah penumpang KA yang tidak bertiket bisa diminimalisasi,&#8221; kata Menteri Perhubungan MÂ Hatta Rajasa meninjau persiapan akhir pengoperasian jalur ganda Tanah Abang-Serpong, Selasa (17/4).</p>
<p>Dengan sistem ini, masyarakat yang tidak memiliki tiket tidak bisa sembarangan memasuki stasiun Serpong, Sudimara, Pondok Ranji, Bintaro, Kebayoran Lama, Palmerah, dan Tanah Abang sebab stasiun tersebut sudah disterilisasi oleh petugas PT Kereta Api (Persero).</p>
<p>&#8220;Penumpang bisa masuk ke peron apabila menyentuhkan salah satu sisi kartu pintar (smart card) yang dipegangnya,&#8221; ujar Menhub.</p>
<p>Lebih jauh Hatta mengatakan pemerintah telah menargetkan pertumbuhan penumpang di lintas Jabodetabek hingga akhir 2009 bisa mencapai 1,5 juta orang per hari dari saat ini hanya 500.000 orang per hari.</p>
<p>&#8220;Jumlah ini tiga kali lipat dari jumlah penumpang yang bergerak saat ini di lintas Jabodetabek. â?oSaat ini jumlah penumpang yang bergerak baru 500.000 orang per hari atau 12% dari total 25 juta masyarakat kita yang bergerak,&#8221; ujar Hatta.</p>
<p>Untuk merealisasikannya, maka Dephub akan mengambil langkah perbaikan dan penambahan prasarana. Salah satunya dengan segera menyelesaikan proyek double track seperti di Bekasi dan Tangerang yang jalurnya padat.</p>
<p>Menhub mengungkapkan pemerintah berencana menambah 60 kereta rel listrik (KRL) pada tahun ini yang seluruhnya akan dibangun di PT Industri Kereta Api (Inka).</p>
<p>Tahun depan, kata Hatta, Dephub akan mendapatkan alokasi pagu indikatif khusus untuk pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian sebesar Rp3,8 triliun. &#8220;Alokasi dana itu akan difokuskan untuk rehabilitasi sarana dan prasarana di lintas Jawa dan Sumatra,&#8221; katanya. (Che/OL-06)</p>
<p>http://www.skyscrapercity.com/archive/index.php/t-162539-p-2.html</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=186911&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F02%2Fsistem-tiket-elektronik-ka-mulai-diterapkan-di-jalur-tanah-abang-serpong%2F&amp;linkname=Sistem%20Tiket%20Elektronik%20KA%20Mulai%20Diterapkan%20di%20Jalur%20Tanah%20Abang-Serpong"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sistem-tiket-elektronik-ka-mulai-diterapkan-di-jalur-tanah-abang-serpong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri Motor Sadis di Bekasi Dibekuk Polisi</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/pencuri-motor-sadis-di-bekasi-dibekuk-polisi/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/pencuri-motor-sadis-di-bekasi-dibekuk-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 13:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NIA MUTIARA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Perundangan]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?p=185992</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; 		Aparat Kepolisian Bekasi membekuk dua pelaku pencurian motor yang  sudah meresahkan warga. Pelaku tidak ragu-ragu melukai korban untuk  merampas miliknya.
&#8220;Dua tersangka kita tangkap di Bekasi pada  Rabu (23/2) malam,&#8221; kata Kapolres Bekasi Kombes Setija Junianta kepada  detikcom, Kamis (24/2/2011).
Dua tersangka masing-masing bernama  Ardianto alias Encek (19), warga dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; 		Aparat Kepolisian Bekasi membekuk dua pelaku pencurian motor yang  sudah meresahkan warga. Pelaku tidak ragu-ragu melukai korban untuk  merampas miliknya.</p>
<p>&#8220;Dua tersangka kita tangkap di Bekasi pada  Rabu (23/2) malam,&#8221; kata Kapolres Bekasi Kombes Setija Junianta kepada  detikcom, Kamis (24/2/2011).</p>
<p>Dua tersangka masing-masing bernama  Ardianto alias Encek (19), warga dan Karta Wijaya alias Takur (19),  warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Atas  perbuatannya, dua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian  dengan kekerasan.</p>
<p>Dari dua tersangka, polisi menyita barang bukti  berupa sebilah golok dan satu unit motor Honda Vario warna merah  bernomor polisi B 6562 FQE hasil curian.</p>
<p>Setija mengatakan, kedua  pemuda ditangkap karena melakukan perampasan motor terhadap warga di  Villa Gading, Setu, Bekasi pada 9 Februari 2011 lalu. Modus yang  dilakukan tersangka adalah dengan memepet korbannya dengan menggunakan  sepeda motor.</p>
<p>&#8220;Setelah itu, korban dipaksa menyerahkan motornya,&#8221;  katanya.</p>
<p>Sambil diancam dengan menggunakan sebilah golok, pelaku  memaksa korban menyerahkan motornya. Pelaku bahkan tidak segan-segan  melukai korban yang melawan.</p>
<p>&#8220;Korban dibacok oleh tersangka,&#8221;  katanya.</p>
<p>Setelah berhasil membawa lari motor korban, kedua pelaku  kemudian melarikan diri. Lebih jauh, Setija mengatakan, pihaknya  senantiasa melakukan patroli kewilayahan untuk mengantisipasi pencurian  motor yang semakin marak. Selain itu, pihaknya juga meningkatkan  pengamanan di wilayah perumahaan penduduk dengan mengedepankan  Babinkamtibmas.</p>
<p>&#8220;Siskamling kita tingkatkan lagi untuk membantu  kita dalam mengamankan perumahan penduduk dari kejahatan,&#8221; tutupnya.</p>
<p><strong> (mei/ndr)</strong></p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=185992&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2011%2F02%2Fpencuri-motor-sadis-di-bekasi-dibekuk-polisi%2F&amp;linkname=Pencuri%20Motor%20Sadis%20di%20Bekasi%20Dibekuk%20Polisi"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/pencuri-motor-sadis-di-bekasi-dibekuk-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

