<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Warga</title>
	<atom:link href="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id</link>
	<description>Student Journalism</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 16:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/209338/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/209338/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/209338/</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu Sosial Dasar; Defenisi (Kuliah I)
Pengertian
ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah2 yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori2 (fakta, konsep, teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah) MK.
ISD merupakan suatu usaha yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu Sosial Dasar; Defenisi (Kuliah I)<br />
Pengertian<br />
ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah2 yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori2 (fakta, konsep, teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah) MK.<br />
ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.<br />
Ruang Lingkup Studi ISD<br />
ISD meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga2 sosial. Yg terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yg kemudian terdiri atas ekonomi dan politik.<br />
Sasaran STUDI ISD adalah aspek2 yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah2 yg terwujud dari padanya.</p>
<p>Tujuan ISD<br />
ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri2 kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dgn sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia2 lain, serta sikap dan tingkah laku manusia2 lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.<br />
Pokok Bahasan ISD<br />
1. Pengertian, latar belakang serta ruang lingkup pembahasan.<br />
2. Sekilas tentang ilmu2 sosial, IPS, ilmu sosial, dan ISD.<br />
3. Penduduk, masyarakat dan kebudayaan.<br />
4. Individu, keluarga, dan masyarakat.<br />
5. Pemuda dan sosialisasi serta peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat.<br />
6. Peranan pendidikan dlm pembangunan.<br />
7. Warga negara dan negara.<br />
8. Pelapisan sosial desa, kesamaan derajat.<br />
9. Desa, masyarakat kota dan pembangunan pedesaan.<br />
10. Kota, masyarakat kota, dan pembangunan perkotaan.<br />
11. Pertentangan-pertentangan sosial.<br />
12. Integrasi sosial dan integrasi nasional.<br />
13. Pembangunan dan perubahan sosial.<br />
14. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan.</p>
<p>sumber : http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-defenisi-kuliah-i.html<br />
Diposkan oleh Gangga di 22:19 0 komentar<br />
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook<br />
Beranda<br />
Langgan: Entri (Atom)<br />
Pengikut<br />
Arsip Blog</p>
<p>    ►  2012 (33)</p>
<p>    ▼  2011 (8)<br />
        ►  Desember (6)<br />
        ▼  November (2)<br />
            Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Kota<br />
            Ilmu Sosial Dasar; Defenisi (Kuliah I)</p>
<p>Mengenai Saya</p>
<p>Gangga</p>
<p>Lihat profil lengkapku</p>
<p>Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger. </p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209338&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2F209338%2F&amp;linkname="><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/209338/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-22/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-22/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-22/</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Kota
Melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Kota<br />
Melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun status sosialnya.</p>
<p>Serta fenomena kehidupan perkotaan yang mempunyai motto hidup “Biar tekor asal Tersohor” menjadi sebuah gaya hidup serba boleh, walaupun itu melabrak norma-norma hukum lebih-lebih norma agama.</p>
<p>Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.</p>
<p>Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat &#8211; atau tidak dibuat &#8211; oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.</p>
<p>Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, &#8220;perhubungan baik dengan orang lain&#8221;. Perkataan societas diambil dari socius yang bererti &#8220;teman&#8221;, maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sesebuah negara.</p>
<p>Walaupun setiap masyarakat itu berbeza, namun cara ia musnah adalah selalunya sama: penipuan, pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik jika perasaan perkauman itu timbul. Masyarakat yang baru akan muncul daripada sesiapa yang masih bersama, ataupun daripada sesiapa yang tinggal.</p>
<p>A. Definisi Masyarakat</p>
<p>Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan</p>
<p>B. Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)</p>
<p>a. Pengertian desa/pedesaan</p>
<p>Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.</p>
<p>Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.</p>
<p>Sedang menurut Paul H. Landis <img src='http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> esa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :</p>
<p>a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.<br />
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan<br />
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.</p>
<p>Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.</p>
<p>Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.</p>
<p>Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia, seperti mengentaskan rakyat miskin, mengubah wajah fisik desa, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, memberikan layanan social desa, hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek diatas kertas.</p>
<p>Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan, yang keuntungannya direguk oleh actor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut : bisa elite kabupaten, provinsi, bahkan pusat. Di desa, pembangunan fisik menjadi indicator keberhasilan pembangunan.</p>
<p>Karena itu, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK, orientasi penggunaan dananyapun lebih untuk pembangunan fisik.</p>
<p>Bahkan, di Sumenep (Madura), karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata, istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun.</p>
<p>Menyimak realitas diatas, memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk, dari dan oleh desa. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia.</p>
<p>Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai kedesa-desa, alangkah baiknya jika menerapkan konsep :”Membangun desa, menumbuhkan kota”. Konsep ini, meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan,<br />
tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap. Inilah tantangan yang harus segera dijawab.</p>
<p>b. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)</p>
<p>Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :</p>
<p>a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.<br />
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.<br />
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)<br />
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).<br />
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.</p>
<p>Masyarakat Perkotaan</p>
<p>a. Pengertian Kota</p>
<p>Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.</p>
<p>i. Wirth<br />
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.</p>
<p>ii. Max Weber<br />
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.</p>
<p>iii. Dwigth Sanderson<br />
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.<br />
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.</p>
<p>Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik. Marilah sekarang kita meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri :</p>
<p>a). Netral Afektif<br />
Masyarakat Kota memperlihatkan sifat yang lebih mementingkat Rasionalitas dan sifat rasional ini erat hubungannya dengan konsep Gesellschaft atau Association. Mereka tidak mau mencampuradukan hal-hal yang bersifat emosional atau yang menyangkut perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam perasaannya.<br />
b). Orientasi Diri<br />
Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik.<br />
c). Universalisme<br />
Berhubungan dengan semua hal yang berlaku umum, oleh karena itu pemikiran rasional merupakan dasar yang sangat penting untuk Universalisme.<br />
d). Prestasi<br />
Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya.<br />
e). Heterogenitas<br />
Masyarakat kota lebih memperlihatkan sifat Heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam susunan penduduknya.</p>
<p>b. Ciri-ciri masyarakat Perkotaan</p>
<p>Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :</p>
<p>i. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.<br />
ii. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).<br />
iii. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.<br />
iv. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.<br />
v. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.<br />
vi. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.</p>
<p>D. Perbedaan antara desa dan kota</p>
<p>Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.</p>
<p>Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan &#8220;berlawanan&#8221; pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:</p>
<p>Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan.</p>
<p>Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .</p>
<p>Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.</p>
<p>Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.</p>
<p>Ciri ciri tersebut antara lain :</p>
<p>1) jumlah dan kepadatan penduduk<br />
2) lingkungan hidup<br />
3) mata pencaharian<br />
4) corak kehidupan sosial<br />
5) stratifiksi sosial<br />
6) mobilitas sosial<br />
7) pola interaksi sosial <img src='http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> solidaritas sosial<br />
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional</p>
<p>E. Hubungan Desa-kota, hubungan pedesaan-perkotaan.</p>
<p>Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.</p>
<p>Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.</p>
<p>“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.</p>
<p>Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.</p>
<p>Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti:</p>
<p>(i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam;<br />
(ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan;<br />
(iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi;<br />
(iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.</p>
<p>Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :</p>
<p>a). Urbanisasi dan Urbanisme</p>
<p>Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).</p>
<p>b) Sebab-sebab Urbanisasi</p>
<p>1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)<br />
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)</p>
<p>Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :</p>
<p>a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,<br />
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.<br />
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.<br />
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.<br />
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.</p>
<p>Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :</p>
<p>a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan<br />
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.<br />
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.<br />
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.<br />
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>Manusia menjalani kehidupan didunia ini tidaklah bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam artian butuh bantuan dan pertolongan orang lain , maka dari itu manusia disebut makhluk sosial, sesuai dengan Firman Allah SWT yang artinya : “ Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal ( bersosialisasi )&#8230;..” (Al-Hujurat :13 ).</p>
<p>Oleh karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis, baik itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itulah harapan kita bersama, tetapi fenomena apa yang kita saksikan sekarang ini, jauh sekali dari harapan dan tujuan pembangunan Nasional negara ini, kesenjangan Sosial, yang kaya makin Kaya dan yang Miskin tambah melarat , mutu pendidikan yang masih rendah, orang mudah sekali membunuh saudaranya (dekadensi moral ) hanya karena hal sepele saja, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal.</p>
<p>Sehubungan dengan itu, barangkali kita berprasangka atau mengira fenomena-fenomena yang terjadi diatas hanya terjadi dikota saja, ternyata problem yang tidak jauh beda ada didesa, yang kita sangka adalah tempat yang aman, tenang dan berakhlak (manusiawi), ternyata telah tersusupi oleh kehidupan kota yang serba boleh dan bebas itu disatu pihak masalah urbanisasi menjadi masalah serius bagi kota dan desa, karena masyarakat desa yang berurbanisasi ke kota menjadi masyarakat marjinal dan bagi desa pengaruh urbanisasi menjadikan sumber daya manusia yang produktif di desa menjadi berkurang yang membuat sebuah desa tak maju bahkan cenderung tertinggal.</p>
<p>Saran &#8211; saran</p>
<p>Pembangunan Wilayah perkotaan seharusnya berbanding lurus dengan pengembangan wilayah desa yang berpengaruh besar terhadap pembangunan kota. Masalah yang terjadi di kota tidak terlepas karena adanya problem masalah yang terjadi di desa, kurangnya sumber daya manusia yang produktif akibat urbanisasi menjadi masalah yang pokok untuk diselesaikan dan paradigma yang sempit bahwa dengan mengadu nasib dikota maka kehidupan menjadi bahagia dan sejahtera menjadi masalah serius. Problem itu tidak akan menjadi masalah serius apabila pemerintah lebih fokus terhadap perkembangan dan pembangunan desa tertinggal dengan membuka lapangan pekerjaan dipedesaan sekaligus mengalirnya investasi dari kota dan juga menerapkan desentralisasi otonomi daerah yang memberikan keleluasaan kepada seluruh daerah untuk mengembangkan potensinya menjadi lebih baik, sehingga kota dan desa saling mendukung dalam segala aspek kehidupan.</p>
<p>Referensi</p>
<p>Ahmadi, Abu, Drs. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineke Cipta.<br />
Kosim, H, E. 1996. Bandung: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari<br />
Marwanto, 12 November 2006. Jangan bunuh desa kami. Jakarta:Kompas<br />
_______, 1994. Sosiologi 3 SMU. Jakarta: Yudistira</p>
<p>Sumber :  http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html<br />
Diposkan oleh Gangga di 22:25 0 komentar </p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209337&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-22%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian Sosial Budaya</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/penelitian-sosial-budaya/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/penelitian-sosial-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/penelitian-sosial-budaya/</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian Sosial Budaya
A. Pengantar
Penelitian dapat disebut sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
B. Pengertian Penelitian
Ada beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian penelitian antara lain sebagai berikut.
    Menurut Soerjono Soekanto,penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi.
    Menurut John(1949),penelitian adalah suatu pencarian fakta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian Sosial Budaya</p>
<p>A. Pengantar<br />
Penelitian dapat disebut sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.<br />
B. Pengertian Penelitian<br />
Ada beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian penelitian antara lain sebagai berikut.</p>
<p>    Menurut Soerjono Soekanto,penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi.<br />
    Menurut John(1949),penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta sehingga menghasilkan dalil danhukum<br />
    Usaha untuk menemukan,mengembangkan ,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah (marzuki)<br />
    Penelitian merupakan aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang.(Sanapiah Faisal)</p>
<p>2. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan<br />
Tentu saja pendekatan ini ada kebaikan dan ada pula kelemahannya. Kebaikannya karena subjek yang diamati sama sehingga faktor-faktor intern individu tidak berpengaruh terhadap hasil.Kelamahannya yaitu waktu penelitian sangat lama dan dkhawatirkan dalam jangka waktu yang lama ini telah banyak perubahan kondisi karena perkembangan zaman.<br />
3. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu<br />
Dilihat dari bidang yang diteliti maka penelitian dibedakan menjadi dua,yaitu bidang alam dan sosial.<br />
a) Penelitian Bidang Alam<br />
Objek penelitian ilmu alam yang objek dunia yang rill materill.<br />
b) Penelitian Bidang Ilmu Sosial<br />
Objek penelitian ilmu sosial adalah manusia dan fenomena-fenomena/gejala-gejala sosial.<br />
4. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya<br />
Jika ditinajau tempatnya maka terdapat penelitian laboratorium.<br />
5. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel<br />
Menurut Sutrisno Hadi,Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi<br />
6. Penelitian Dilihat dari Wujud Data<br />
Dilihat dari wujud datanya ,penelitian dapat dibagi menjadi dua ,yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.<br />
7. Penelitian Ditinjau dari Cara Pembahasannya<br />
Penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis,yaitu penelitian deskriptif,yaitu penelitian yang melukiskan ,memaparkan,menuliskan,dan melaporkan suatu objek.<br />
Penelitian inferensial,yaitu tidak hanya melukiskan peristiwa saja,tapi juga menarik kesimpulan umum dari masalah yang di teliti.<br />
D. Penelitian Sosial Budaya<br />
Objek penelitian sosial budaya adalah manusia dan fenomene-fenomena /gejala – gejala sosial budaya.<br />
Penelitian dalam ilmu sosial menurut M.Nasir(1999)dapat disebut sebagai suatu proses yang terus-menerus ,kritis ,terorganisasi untuk mengadakan analisis dan mememberikan interpretasi terhadap fenomena sosial yang memiliki hubungan salig mengait.<br />
Menurut Soerjono Soekanto(1995),penelitian sosiologis dapat dikatakan sebagai proses pengungkapan kebenaran berdasarkan penggunaan konsep-konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi.<br />
Adapun konsep-konsep dasar tersebut antara lain:</p>
<p>    Interaksi sosial<br />
    Kelompok sosial<br />
    Kebudayaan<br />
    Lembaga sosial<br />
    Lapisan sosial<br />
    Kekuasaan dan wewenang<br />
    Perubahan sosial<br />
    Masalah sosial</p>
<p>Data-data yang diperlukan tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut.</p>
<p>    Pola interaksi sosial,yang berguna untuk menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan<br />
    Kelompok-kelompok sosial sebagai bagian dari masyarakat<br />
    Kebudayaan yang berintikan pada nilai-nilai yang mendukung pembangunan<br />
    Stratifikasi sosial sebagai pembeda masyarakat dalam kelas-kelas sosial secara vrtikal.<br />
    Lembaga-lembaga sosial sebagai kebutuhan dasar manusia dan kelompok sosial.</p>
<p>E. Rancangan Penelitian<br />
Untuk mengadakan penelitian,siapapun dari dalam bidang ilmu apapun, serta dalam format penelitian bagaimanapun,tentunya harus melalui perencanaan yang sistematis.Tahapan-tahapan dalam mengadakan penelitian adalah sebagai berikut.</p>
<p>    Memilih masalah<br />
    Studi pendahuluan<br />
    Merumuskan masalah penelitian<br />
    Merumuskan anggapan dasar (asumsi)<br />
    Memilih metode<br />
    Menentukan variable<br />
    Menentukan dan menyusun instrumen<br />
    Mengumpulkan data<br />
    Analisis data<br />
    Menarik kesimpulan<br />
    Menulis laporan</p>
<p>Dalam desain penelitian sekurang-kurangnya memuat”</p>
<p>    Judul penelitian,<br />
    Penegasan istilah,<br />
    Alas an mengadakan penelitian,<br />
    Tujuan penelitian,<br />
    Kegunaan hasil penelitian,<br />
    Landasan teori,<br />
    Penelaahan kepustakaan,<br />
    Metodologi<br />
    Langkah-langkah ,<br />
    Jadwal kerja,dan<br />
    Pembiayaan.</p>
<p>Setiap akan memulai sebuah penelitian ,ada beberapa tahap yang perlu<br />
dipersiapkan,antara lain sebagai berikut.</p>
<p>    Menentukan Masalah atau Topik Penelitian<br />
    Studi Pendahuluan<br />
    Perumusan Latar Belakang Masalah Penelitian<br />
    Merumuskan Asumsi/Anggapan Dasar dan Hipotesis<br />
    Pemilihan Metode Penelitian</p>
<p>Pada hakikatnya,metode penelitian itu ada dua,yaitu (a)metode tes,dan(b)<br />
metode notes. Adapun metode nontes masih dapat dirinci lagi seperti dibawah ini.</p>
<p>    Wawancara disebut juga lisan ,yaitu suatu dialog yang dilakukan oleh pewawancara(interviewer)untuk memperoleh dari responden.</p>
<p>Ditinjau dari segi pelaksanaannya,wawancara dibagi menjadi tiga jenis.<br />
1) Wawancara Bebas<br />
2) Wawancara Terpimpin<br />
3) Wawancara Bebas Terpimpin<br />
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode wawancara ,antara lain sebagai berikut<br />
1) Pelaksanaan Wawancara<br />
2) Prosedur Wawancara<br />
3) Sikap Pewawancara</p>
<p>    Observasi</p>
<p>Obsernasi merupakan aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan dilapangan.<br />
Menurut keberadaan pengamat dilapangan ,observasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:<br />
1) Pengamatan terlibat (observasi partisipasi)<br />
2) Observasi tak terlibat (observasi nonpatisipasi)<br />
Penggunaan observasi dalam pengumpulan data mempunyai keutungan dan kelemahan sebagai berikut.<br />
1) Keuntungan Observasi<br />
a) Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku ,pertumbuhan,dan sebagainya sewaktu kejadian tersebut masih berlaku.<br />
b) Pengamat dapat memperoleh data dari subjek.<br />
2) Kelemahan Observasi<br />
a) Memerlukan waktu yang relative lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian.<br />
b) Pengamatan biasanya tidak bisa dilakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama.<br />
c) Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati</p>
<p>    Angkat atau Kuesioner</p>
<p>Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.<br />
Kuesioner dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa jenis,tergantung pada sudut pandanganya.<br />
1) Dipandang dari cara menjawab<br />
a) Kuesioner terbuka artinya member kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.<br />
b) Kuesioner tertutup artinya responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan.<br />
2) Dipandang dari jawaban yang diberikan<br />
a) Kusioner langsung,yaitu responden menjawab tentang dirinya<br />
b) Kusioner tidak langsung yaitu jika respoden menjawab tentang orang lain<br />
3) Dipandang dari bentuknya<br />
a) Kusioner pilihan ganda<br />
b) Kusioner isian<br />
c) Check-list<br />
d) Rating-scale<br />
Keuntungan dari metode kuesioner antara lain sebagai berikut.<br />
1) Tidak memerlukan hadirnya peneliti<br />
2) Dapat dibagikan secara serentak kepada responden yang jumlahnya relatif banyak<br />
3) Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing<br />
4) Dapat dibuat anonym sehingga responden bebas,jujur,dan tidak malu-malu menjawab.<br />
5) Dapat dibuat tersandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.<br />
Kelemahan dari metode kuesioner antara lain sebagai berikut.<br />
1) Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak di jawab.<br />
2) Sering kali sukar diberi validitasnya (kesahihannya)<br />
3) Tidak jujur<br />
4) Sering kali tidak kembali,terutama jika dikirim lewat pos.<br />
5) Waktu pengembaliannya tidak bersama-sama.</p>
<p>    Dokumentasi</p>
<p>Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.<br />
Pada umumnya,secara garis besar pemilihan metode penelitian dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain seperti dibawah ini.<br />
1) Tujuan Penelitian<br />
2) Sampel penilitian<br />
3) Lokasi<br />
4) Pelaksana<br />
5) Biaya dan Waktu<br />
6) Data<br />
6. Menentukan Variabel dan Sumber Data<br />
a. Menentukan variable<br />
Variable merupakan objek penelitian yang bervariasi atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.variabel dapat dibedakan menjadi;<br />
1) variabel kuantitatif,contohnya luas kota,umur,atau banyaknya jam.<br />
2) variabel kualitatif,contohnya presepsi atau pandangan ,atau motivasi.<br />
b. Menentukan Sumber Data<br />
Sumber data ditentukan berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis.<br />
Bila cakupan subjek penelitian itu sangat luas,maka perlu ditetapkan dulu jumlah populasinya,kemudian dipilih sampel yang akan mewakili populasi tersebut.<br />
1) Pupulasi<br />
Populasi merupakan sekumpulan unit-unit elementer.<br />
2) Sampel<br />
Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil.<br />
Penarikan sampel dari populasi dapat dilakukan dengan beberapa cara.<br />
a) Sampel acak sederhana, maksudnya tiap unit/anggota populasi diberi nomor kemudian ditarik secara acak(random).<br />
b) Sampel sistematik, yang ditarik dengan cara membuat daftar anggota – anggota populasi secara berurutan.<br />
c) Sampel bertingkat (berstrata), yang diambil dengan cara membagi populasi atas kelas-kelas.<br />
d) Sampel cluster, yaitu populasi dibagi atas kelompok menurut area<br />
e) Sampel kuota, dilakukan dengan cara menentukan stratanya(kelas atau golongan yang berupa tingkat atau lapisan)terlebih dahulu menurut sifat-sifat yang dianggap memiliki pengaruh paling dominan terhadap variabel yang sering di tetliti.<br />
f) Sampel sebanding(proportional sampling), hamper sama dengan sampel kuota.<br />
g) Sampel bertujuan (purposive sampling),merupakan cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.<br />
F. Pengumpulan Data Penelitian<br />
Seperti telah diuraikan diatas ,pengumpulan data penelitian berhubungan dengan instrument penelitian.<br />
Data dalam sebuah penelitian dapat dibedakan menjadi beberapa macam berikut.</p>
<p>    Berdasarkan cara memperolehnya<br />
    Berdasarkan sifatnya<br />
    Berdasarkan sumbernya</p>
<p>Pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini.</p>
<p>    Studi kepustakaan<br />
    Analisis isi media massa<br />
    Tes</p>
<p>Tes sebagai instrument penelitian terdiri atas dua jenis,yaitu sebagai berikut.</p>
<p>    Tes buatan guru,yaitu tes yang disusun oleh guru dengan prosedur tertentu.<br />
    Tes standar ,yaitu tes yang telah tersedia dilembaga tes.</p>
<p>Sekian dulu dari saya, Gangga Era Bumi .<br />
Original text writed by Gangga E.B<br />
Sumber : Sosiologi kelas XII semester 2 Pelita SMA.</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209336&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fpenelitian-sosial-budaya%2F&amp;linkname=Penelitian%20Sosial%20Budaya"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/penelitian-sosial-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-21/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-21/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-21/</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Sistem Kesehatan Provinsi (Ranperda SKP)
Pertemuan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Sistem Kesehatan Provinsi (Ranperda SKP) jam 10.00 wita bertempat di Baruga Sayang Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan ini dikuti oleh tim internal, tim ahli dan Biro Hukum dan HAM Setda Prov. Sulsel.
Dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu Sistem Kesehatan Nasional (SKN) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertemuan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Sistem Kesehatan Provinsi (Ranperda SKP)<br />
Pertemuan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Sistem Kesehatan Provinsi (Ranperda SKP) jam 10.00 wita bertempat di Baruga Sayang Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan ini dikuti oleh tim internal, tim ahli dan Biro Hukum dan HAM Setda Prov. Sulsel.<br />
Dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang telah ditetapkan pada tahun 1982. SKN tersebut telah berperanan besar sebagai acuan dalam penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negera (GBHN) Bidang Kesehatan, penyusunan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025 yang juga menjadi acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman, dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan. Klik judul untuk selanjutnya.<br />
Menghadapi berbagai perubahan tantangan strategis yang ada Sidang MPR tahun 1998 telah menetapkan Ketetapan MPR RI Nomor X Tahun 1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan. Ketetapan MPR ini mengamanatkan perlu dilakukannya pembaharuan melalui reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang.<br />
Untuk mendukung keberhasilan pembaharuan kebijakan pembangunan kesehatan yang telah dilakukan tersebut, telah disusun SKN baru dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 131/Menkes/SK/II/2004. Kemudian disempurnakan lagi dengan SKN 2009 yang ditetapkan melalui surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 374/ Tahun 2009.<br />
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, berarti Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk menentukan kebijakan berdasarkan kebutuhan daerah. Karena itu, di Sulawesi Selatan pada tahun 2007 telah ditetapkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan No. 33 Tahun 2007 tentang Sistem Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.<br />
Berkaitan dengan Pergub Sulawesi Selatan No. 33 Tahun 2007 tentang Sistem Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, terbit sebelum disusunnya SKN 2009, maka beberapa hal yang sudah tidak sesuai lagi. oleh karena itu dilakukan penyusunan SKP dan kemudian akan disusun dalam suatu Perda Kesehatan.</p>
<p>Ditulis oleh Gangga Era Bumi<br />
dikutip dari http://dinkes-sulsel.go.id/new/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=539<br />
Diposkan oleh Gangga di 00:48 0 komentar </p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209335&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-21%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-20/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-20/</guid>
		<description><![CDATA[PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
Pendahuluan
Tahap terakhir yang merupakan tahap paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis suatu penelitian, atau betapapun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanpun hebatnya penemuan-penemuan penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apabila hasil penellitian itu tidak dilaporkan secara tertulis. Penelit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENULISAN LAPORAN PENELITIAN<br />
Pendahuluan<br />
Tahap terakhir yang merupakan tahap paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis suatu penelitian, atau betapapun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanpun hebatnya penemuan-penemuan penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apabila hasil penellitian itu tidak dilaporkan secara tertulis. Penelit membutuhkan komunikasi dengan pihak lain sehingga pengalaman penelitiannya dapat menambah perbendaharaan untuk kepentingan perkembangn ilmu pengetahuan.<br />
Bentuk, isi, dan cara melaporkan hasil penelitian akan menentukan bagaiman proses penyebaran pengalaman penelitian dapat berlangsung secara semestinya didalalm masyarakat luas.<br />
Untuk berhasilnya penyebaran pengalaman penelitian,peneliti perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan dasar seperti : apa yang akan dilaporkan, siapa yang akan menerima laporan, dengan jalan apa laporan itu disebarluaskan, apa pengaruh penyebaran laporan itu?.<br />
Pertimbangan pertama dalam seni menyusun laporan adalah menentukan siapa yang menjadi konsumuen dari laporan itu. Dalam proses laporan dan pihak pembaca hasil laporan itu<br />
Bentuk, bahasa, dan cara menyusun laporan penting juga dipertimbangkan, yaitu sejauh mungkin diusahakan agar isi laporan dapat dipahami oleh pihak pembaca hasil laporan itu. Dalam pelaporan hasil penelitian berdasarkan data statistik, penggunaan tabel dan diagram merupakan alat yang berguna dalam menyajikan dan menjelaskan data yang berhasil dikumpulkan<br />
Akhirnya, pentingnya penellitian itu tergantung pada bagaimana penemuan-penemuan itu didiskusikan dan ditafsirkan.</p>
<p>1. Pengertian<br />
Jika suatu penelitian sudah selesai dilakukan, maka peneliti harus membuat laporan hasil penelitian dalam bentuk tertulis. Laporan penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban. Ada berbagai versi laporan hasil penelitian tergantung dari lembaga ataupun pakar mana yang menulisnya. Sekalipun demikian ada benang merah dalam isi penulisan laporan, yaitu terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:<br />
Laporan terdiri atas : Bagian I berisi Pendahuluan; Bagian II berisi Metodologi yang digunakan; Bagian III berisi Hasil Penelitian dan Bagian V berisi Kesimpulan dan Saran.<br />
2 Beberapa Model Bentuk Laporan<br />
2.1 Laporan Hasil Penelitian Bisnis: Laporan hasil penelitian<br />
contohnya sebagai berikut:<br />
1. Judul<br />
2. Ringkasan Ekskutif (abstrak)<br />
3. Daftar Isi<br />
4. Pendahuluan<br />
5. Isi Laporan yang mencakup:<br />
a. Metodologi<br />
b. Hasil Penelitian<br />
c. Batasan-Batasan<br />
6. Kesimpulan dan Saran<br />
7. Apendiks yang mencakup:<br />
a. Instrumen Koleksi Data<br />
b. Tabel-Tabel<br />
c. Bahan-Bahan Pendukung yang Cocok Lainnya<br />
(Cosenza, 1985:449)<br />
Secara lebih detil dapat diterangkan sebagai berikut:<br />
Judul mengidentifikasi subyek laporan hasil penelitian<br />
Ringkasan Eksekutif berisi ringkasan hasil laporan secara keseluruhan biasanya membicarakan hasil temuan penelitian, metode yang digunakan serta kesimpulannya<br />
Daftar Isi berisi tentang judul-judul dan sub-judulnya pokok-pokok bahasan seluruh isi laporan hasil penelitian<br />
Pendahuluan berisi tentang informasi latar belakang yang dibutuhkan oleh pembaca agar dapat memahami isi hasil penelitian. Dalam bagian ini diterangkan tujuan penelitian dan informasi tambahan lainnya yang akan menuntun pembaca untuk dapat memahami isi hasil penelitian<br />
Isi menguraikan tentang detil-detil pokok penelitian mencakup<br />
1) metodologi apa yang digunakan dalam melakukan penelitian tersebut,<br />
2) hasil penelitian sebenarnya,<br />
3) pernyataan adanya keterbatasan yang ada dalam penelitian tersebut.<br />
Metodologi terutama mendiskusikan tentang metode dan prosedur yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisa data. Pada bagian metodologi ini peneliti harus menguraikan semua hal yang berkaitan dengan penggunaan metode dan prosedur pengumpulan dan analisa data secara detil sehingga pembaca dapat melihat kualitas hasil penelitian tersebut melalui cara-cara peneliti menggunakan metode dan prosedur dalam melakukan kegiatan penelitian tersebut.<br />
Pada bagian hasil penelitian peneliti harus dapat secara jelas menggambarkan temuan-temuan pokok penelitian yang dipaparkan secara logic dan mudah dipahami oleh pembaca misalnya dengan menggunakan bantuan grafik, table atau gambar.<br />
Pada bagian batasan hasil penelitian peneliti menuliskan pernyataan mengenai batasan-batasan studi, yang biasanya menguraikan secara eksplisit bahwa peneliti ingin mendapatkan hasil penelitian yang sempurna, tetapi pada kenyataannya tujuan tersebut tidak akan pernah tercapai. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan kelemahan-kelemahan hasil penelitiannya kepada para pembacanya agar mereka menyadari adanya kelemahan-kelemahan dalam studi tersebut.<br />
Kesimpulan dan Saran pada bagian ini peneliti harus mampu menggambarkan rasional atau alasan ilmiah dari mana kesimpulan itu dihasilkan. Langkah-langkah dalam menyusun kesimpulan harus diterangkan tahapannya secara detil sehingga pembaca dapat mengetahui dari mana asal kesimpulannya; sehingga peneliti memberikan saran-saran sebagaimana yang ditulisnya.<br />
Apendiks berisi semua informasi dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan penelitian tersebut, misalnya instrumen untuk mengumpulkan data, table-table penghitungan komputer dan bahan-bahan lain yang sesuai dan digunakan dalam penelitian tersebut.<br />
2.2 Laporan Hasil Ilmiah (Umum): Laporan hasil penelitian ilmiah (umum) contohnya akan diambil dari ketentuan Lembaga Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai berikut:<br />
SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN<br />
Lembar Identitas dan Pengesahan<br />
Ringkasan dan Summary<br />
Prakata<br />
Daftar tabel<br />
Daftar Gambar<br />
Daftar Lampiran<br />
Bab I. Pendahuluan<br />
Bab II. Tinjauan Pustaka<br />
Bab III. Tujuan dan Manfaat Penelitian<br />
Bab IV. Metode Penelitian<br />
Bab V. Hasil dan Pembahasan<br />
Bab VI. Kesimpulan dan Saran<br />
Daftar Pustaka<br />
Lampiran<br />
(termasuk instrumen penelitian, personalia tenaga peneliti beserta kualifikasinya, dll)</p>
<p>Referensi<br />
1. S. Margono, Drs. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta. 2007<br />
2. www.depkes.go.id<br />
3. www. Kupalima.wordpress.com</p>
<p>ditulis oleh Gangga Era Bumi<br />
Dikutip dari  http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/penulisan-laporan-penelitian.html<br />
Diposkan oleh Gangga di 00:52 0 komentar<br />
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209334&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-20%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-19/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-19/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-19/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak Januari-September 2011, 40 Kasus Perkosaan Terjadi di Ibukota
Jakarta &#8211; Kejahatan tindak asusila atau perkosaan yang terjadi di dalam angkutan umum belakangan ini semakin meresahkan masyarakat. Sepanjang Januari-September 2011 ini saja, kasus perkosaan secara umum sudah tercatat 40 kejadian.
&#8220;Kasus pemerkosaan secara umum, artinya bukan hanya di dalam angkutan umum saja, itu ada 40 kasus selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak Januari-September 2011, 40 Kasus Perkosaan Terjadi di Ibukota</p>
<p>Jakarta &#8211; Kejahatan tindak asusila atau perkosaan yang terjadi di dalam angkutan umum belakangan ini semakin meresahkan masyarakat. Sepanjang Januari-September 2011 ini saja, kasus perkosaan secara umum sudah tercatat 40 kejadian.</p>
<p>&#8220;Kasus pemerkosaan secara umum, artinya bukan hanya di dalam angkutan umum saja, itu ada 40 kasus selama 2011. Mudah-mudahan tidak lebih meningkat dibanding 2010 yang mencapai 41 kasus,&#8221; ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (15/9/2011).</p>
<p>Sujarno mengungkapkan, dari 40 kasus pemerkosaan itu, hanya sedikit yang terjadi di tempat umum baik jalan umum maupun angkutan umum.</p>
<p>&#8220;Kalau di jalan umum hanya 3 kasus,&#8221; kata Sujarno.</p>
<p>Sementara kasus perkosaan yang paling sering terjadi adalah di perumahan biasa dengan angka kasus mencapai 26 kejadian. Kemudian di perumahan BTN, dalam jangka waktu itu sudah terjadi sebanyak 8 kali.</p>
<p>Lainnya, terjadi di perkantoran satu kali, di keramaian satu kali dan perumahan real estate satu kali.</p>
<p>Ia menambahkan, kejahatan di angkot yang cukup meresahkan warga bukan saja perkosaan. Kejahatan lain seperti pencurian (curas) dengan kekerasan dan penganiayaan juga membuat warga khawatir.</p>
<p>Secara umum, Polda Metro Jaya mencatat, selama kurun waktu dari Januari hingga 13 September 2011 ini, sedikitnya 610 kasus curas. Namun, tidak semua kasus curas itu, terjadi dalam angkutan umum.</p>
<p>&#8220;Curas yang terjadi dalam angkutan umum itu biasanya penjambretan, perampasan dengan disertai todongan senjata tajam dan lain sebagainya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara kasus penganiayaan berat (anirat), sejak Januari-13 September 2011 ini, sudah tercatat 1.358 kasus.</p>
<p>&#8220;Itulah kasus-kasus yang menjadi keresahan masyarakat,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Seperti diketahui, karyawati perusahaan swasta berinisial RS (27), menjadi korban pemerkosaan di dalam angkot D 02 jurusan Ciputat-Pondok Labu yang terjadi pada Kamis (1/9) lalu. Pelaku, Yogi (21) yang tidak lain adalah sopir D 02 berhasil ditangkap.</p>
<p>Sebelumnya, kasus serupa menimpa almarhumah Livia Pavita Soelistio (21). Nyawa mahasiswi Universitas Bina Nusantara itu meregang di tangan 4 sopir tembak angkot yang kemudian merampas harta korban dan memperkosanya pada 16 Agustus lalu. Enam pelaku, termasuk dua di antaranya penadah barang hasil curian ditangkap Polres Jakarta Barat.</p>
<p>Ditulis oleh Gangga Era Bumi<br />
Dikutip dari   http://www.detiknews.com/read/2011/09/15/214204/1723640/10/sejak-januari-september-2011-40-kasus-perkosaan-terjadi-di-ibukota<br />
Diposkan oleh Gangga di 00:54 0 komentar<br />
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209333&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-19%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-18/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-18/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-18/</guid>
		<description><![CDATA[Pidato Bapak Presiden Minggu minggu baru ini
Pengarahan pada Acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2012
Bismilahirahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara Wakil Presiden, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur, para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian,
Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya hormati,
Hari ini adalah hari yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pidato Bapak Presiden Minggu minggu baru ini<br />
Pengarahan pada Acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2012</p>
<p>Bismilahirahmanirrahim,<br />
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Salam sejahtera untuk kita semua,</p>
<p>Saudara Wakil Presiden, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur, para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian,<br />
Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya hormati,</p>
<p>Hari ini adalah hari yang sungguh penting karena sebagai pejabat publik, kita akan segera mengemban tugas, yaitu untuk menggunakan anggaran negara yang dipertanggungjawabkan kepada kita. Mari kita laksanakan tugas itu dengan penuh rasa tanggung jawab agar semua sasaran-sasaran pembangunan, baik di pusat maupun di daerah dapat kita capai.</p>
<p>Hari ini juga hari yang baik, di penghujung tahun 2011 untuk kita semua yang sedang mengemban amanah rakyat melakukan evaluasi atas kinerja kita, kinerja bersama kita. Dengan tujuan yang baik, kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan, yang belum baik, marilah kita perbaiki bersama-sama dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Tadi Menteri Keuangan telah melaporkan dan menjelaskan banyak hal. Saya akan menggarisbawahi hal-hal penting yang berkaitan dengan APBN, APBD dan penggunaan, baik APBN maupun APBD itu. Saya juga akan menyampaikan sejumlah instruksi yang khusus saya tujukan kepada jajaran pemerintahan agar sekali lagi, kinerja, realisasi, penggunaan anggaran makin ke depan makin baik.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
APBN kita ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Alhamdulillah, ekonomi kita terus tumbuh. Karena ekonomi tumbuh, penerimaan negara juga makin besar. Karena penerimaan negara makin besar, maka kita bisa membelanjakan anggaran itu untuk kepentingan pembangunan, kepentingan rakyat kita, baik di pusat maupun di daerah lebih besar lagi. Tahun anggaran 2012 yang bulan depan sudah mulai kita jalankan, APBN kita mencapai 1.435,4 triliun. Jumlah yang tidak sedikit. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu sebesar 8,7 persen atau kenaikan itu setara dengan 114,6 triliun.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
Barangkali ada yang ingin menjawab pertanyaan penting APBN sebesar itu untuk apa? Akan kita gunakan untuk apa di tahun 2012 mendatang? Sebenarnya saya telah menjelaskan dalam pidato RAPBN dengan nota keuangannya di hadapan DPR RI dan DPD RI pada bulan Agustus tahun lalu. Saya tidak akan menjelaskan lagi karena sebenarnya secara prinsip apa yag telah saya jelaskan itu masih berlaku. Justru dalam kesempatan yang baik ini, ini adalah forum kerja, policy forum, bukan forum politik. Oleh karena itu, mari benar-benar kita melakukan evaluasi, sekaligus tekad dan rencana aksi di tahun mendatang untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas penggunaan anggaran yang belum tepat.</p>
<p>Saya akan memulai Saudara-saudara, bahwa di samping banyak yang sangat bertanggung jawab di antara kita semua dan sungguh efektif dalam menggunakan APBN dan APBD-nya masih ada pula yang meleset, tidak sesuai dengan rencana. Sebagian harus kita akui memang ini masih ada merupakan penyimpangan-penyimpangan. BPK dan BPKP lazimnya akan menemukan hal-hal seperti ini.</p>
<p>Tetapi yang kedua, justru yang akan menjadi fokus pembicaraan kita hari ini adalah masih ada ketidakmampuan dan ketidaktepatan di dalam menggunakan anggaran yang telah direncanakan dan ditetapkan. Yang menonjol dan menyolok adalah tadi Menteri Keuangan melaporkan dan menjelaskan kepada kita semua bahwa sampai dengan 30 November 2011, berarti bulan lalu, realisasi belanja kementerian dan lembaga di tingkat pusat itu baru mencapai 71 persen. Barangkali bulan Desember atau akhir Desember, angkanya akan meningkat, tetapi angka ini bagi saya tidak menggembirakan.</p>
<p>Satu bulan sebelum tutup anggaran 2011, baru mencapai 71 persen. Apalagi begitu dilihat posisi 30 November itu, belanja barang hanya 59 persen, belanja modal hanya 46 persen. Saya yakin kalau belanja rutin, belanja pegawai akan terserap habis, bagus. Tetapi jauh lebih bagus kalau anggaran atau belanja barang dan belanja modal ini juga diserap habis.</p>
<p>Apa artinya dengan potret seperti ini? Dengan situasi seperti ini bahwa di tahun pembangunan 2011, kita sebenarnya kehilangan peluang untuk ekonomi kita tumbuh lebih tinggi lagi, ada opportunity loss. Mestinya lebih banyak lagi hasil dan sasaran yang dapat kita capai. Kita di tengah-tengah perekonomian global seperti ini dan kita punya momentum, kalau kita masih begini, berarti kita juga menyia-nyiakan momentum untuk ekonomi kita tumbuh lebih pesat lagi di masa mendatang. Inilah tantangan dan permasalahan yang kita hadapi dan sambutan saya akan terfokus pada hal ini untuk kali ini.</p>
<p>Mari kita lakukan koreksi dan perbaikan untuk tahun depan, termasuk harus kita ketemukan sistem dan mekanisme yang tepat untuk membikin realisasi penggunaan anggaran ini memang benar-benar sesuai dengan harapan kita, termasuk reward and punishment.</p>
<p>Kalau kita bedah, kita analisis lebih dalam lagi, Saudara-saudara, Saudara akan setuju dengan saya, ada dua hal yang perlu mendapatkan perhatian kita dan saya juga ingin mengangkatnya pada kesempatan yang penting ini karena nasib pembangunan di seluruh Indonesia, terutama dalam hal penggunaan anggaran ada pada kita semua yang ada di ruangan ini. Oleh karena itu, mari sungguh kita pahami dua hal yang akan saya sampaikan ini.</p>
<p>Pertama, mengapa belanja pemerintah, pemerintah termasuk lembaga negara tentunya atau government spending, government expenditure ini amat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Mari kita sungguh pahami hal pertama ini. Sedangkan hal kedua, di akhir atau bagian akhir dari sambutan saya nanti, saya ingin mengajak secara konkret apa koreksi, perbaikan dan kemungkinan sanksi yang bisa kita berikan agar realisasi penggunaan anggaran makin baik di tahun depan.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
Saya mulai dari yang pertama, perihal kontribusi APBN dan APBD begitulah mudahnya terhadap pertumbuhan perekonomian nasional kita. Saudara tahu bahwa ekonomi akan tumbuh, jika sektor riil juga tumbuh. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekomoni juga bisa dilihat dari 4 komponen penyumbang pertumbuhan, 4 komponen kontributor pertumbuhan sebuah ekonomi.</p>
<p>Pertama, saya ingin ulangi lagi yang pernah saya sampaikan, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh, sebagaimana alhamdulillah, kita dapatkan sekarang ini, manakala komponen pertama konsumsi rumah tangga kita kuat dan terus tumbuh. Rakyat kita, masyarakat kita terus mengkonsumsi barang dan jasa, punya daya beli untuk barang dan jasa. Kalau barang dan jasa dikonsumsi, industri akan hidup, pertanian akan hidup dan ekonomi makin besar. Konsumsi.</p>
<p>Yang kedua, investasi, manakala investasi terus terjadi di Indonesia ini, baik secara nasional maupun secara daerah. Itu yang kedua. Yang ketiga adalah sebetulnya ekspor kita atau tepatnya selisih antara impor dan ekspor, apakah tumbuh tahun itu dan tahun tahun berikutnya. Ini juga penyumbang pertumbuhan. Itu yang ketiga. Yang keempat atau yang terakhir, inilah yang berkaitan dengan yang kita bicarakan hari ini, yaitu belanja pemerintah, government spending. Empat komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi kita.</p>
<p>Sekarang kita cocokkan dengan situasi dunia. Jika, tapi harus saya mulai supaya kita juga pandai bersyukur. Sekarang ini, ketika dunia sedang menghadapi resesi atau krisis-krisis baru dan ekonomi kita tumbuh, insya Allah 6,5 persen yang berarti GDP kita akan tembus di atas 800 miliar dolar Amerika Serikat. Atas kerja keras kita semua dan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, tentu ini sebuah prestasi yang sangat baik, yang patut kita syukuri, yang saya patut memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara semua. Dari kacamata ini, tumbuh 6,5 persen berarti pula 4 komponen pertumbuhan tadi semuanya juga meningkat. Konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor kita dan juga pembelanjaan pemerintah.</p>
<p>Padahal Saudara, kita tahu baru saja dipotret oleh Menteri Keuangan sampai bulan November baru 71 persen realisasi belanja atau anggaran kita, belanja modal pun baru 46 persen. Bayangkan Saudara, jika tidak perlu ada sisa anggaran lebih dan semua belanja modal, belanja barang itu terbelanjakan penuh sesuai rencana, maka tentu harapan kita mencapai 95 lebih atau 100 persen dari yang kita rencanakan, orang akan mengatakan ekonomi kita bisa tumbuh lebih dari 6,5 persen.</p>
<p>Sederhana sekali cara berpikir kita. Apa artinya? Jika dengan kita perbaiki bersama, nantinya kontribusi dari anggaran, dari APBN dan APBD betul-betul sesuai harapan dan rencana dan ekonomi kita lebih tinggi lagi tahun-tahun mendatang, maka yang terjadi adalah lapangan pekerjaan tercipta lebih besar. Hukum ekonomi mengatakan, pertumbuhan terjadi, lapangan kerja tercipta. Kalau itu terjadi, pengangguran akan terus berkurang. Orang yang tadinya menganggur, kemudian bekerja memiliki penghasilan. Kalau memiliki penghasilan, tentulah kesejahteraannya makin baik dan kemiskinan makin kurang. Dengan pertumbuhan ekonomi itu, penerimaan negara makin besar. Lantas kemudian anggaran yang kita miliki pusat dan daerah untuk penanggulangan kemiskinan juga makin besar, kemiskinan akan turun, ditambah lagi semua teriak infrastruktur.</p>
<p>Kalau saya berkunjung ke provinsi para gubernur dan saya senang karena para gubernur paham, situasi di daerahnya, perekonomian di wilayahnya, infrastruktur masih menjadi tantangan. Semua berteriak infrastruktur. Kalau ekonomi tumbuh sekali lagi, lebih banyak lagi pos anggaran yang tersedia untuk membangun infrastruktur karena itu menjadi mesin pertumbuhan pada tahun-tahun berikutnya lagi.</p>
<p>Khusus infrastruktur ini, saya sudah berpesan kepada Menteri Keuangan dan para menteri, harapan saya juga pada gubernur, kalau nanti dihitung ada sisa anggaran lebih, jangan bagi-bagi yang tidak jelas, arahkan untuk pembangunan infrastruktur. Saya sudah berbicara dengan para gubernur di Semarang, beliau semua mengatakan alangkah bagusnya, kalau lebih banyak lagi anggaran-anggaran untuk infrastruktur. Oleh karena itu, sambil memperbaiki struktur APBN kita di tahun-tahun mendatang, pastikan dulu sisa anggaran lebih, kita arahkan nanti untuk infrastruktur, bicaralah para menteri dengan para gubernur, duduk bersama untuk merumuskan apa prioritas dan agendanya.</p>
<p>Inilah sebetulnya yang kita tuju. Memang bukan hanya pertumbuhan, meskipun pertumbuhan itu ke mana-mana implikasi positifnya dari strategi yang kita anut, kita jalankan. Saya terima kasih para gubernur menjalankan dengan baik di daerah, yaitu strategi pro-pertumbuhan, terus tumbuh, pro- penciptaan lapangan pekerjaan, pro-pengurangan kemiskinan dan pro-lingkungan, dalam arti janganlah kita lalai untuk menjaga lingkungan kita.</p>
<p>Itulah bagian pertama yang perlu saya sampaikan. Kesimpulan bagian pertama ini adalah negara dan rakyat akan dirugikan dan kehilangan peluang yang baik, jika belanja kita atau penggunaan APBN dan APBD kita tidak optimal. Mari kita pahami itu.</p>
<p>Saya tadi mengatakan dunia kita memang belum bersahabat tahun depan. Tahun 2012 hampir pasti dunia di mana kita hidup ini masih akan penuh gonjang-ganjing. Ada kemungkinan kita masuk resesi global gelombang kedua setelah 2008-2009. Dampaknya sudah mulai kita rasakan. Bagi yang tekun mengikuti pergerakan sejumlah indikator ekonomi, nilai tukar rupiah, harga komoditas minyak, kemudian nilai saham gabungan dan lain-lain, itu terus berfluktuasi, tidak bagus bagi perekonomian dunia, bagi perekonomian kita. Tapi ini konsekuensi dari gonjang-ganjing, dari shocks dan dari krisis yang masih ada di banyak tempat di dunia ini. Meskipun sekali lagi, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT masih menolong kita.</p>
<p>Dan berkat kerja keras kita, ekonomi kita tumbuh tinggi di tengah dunia yang sedang sakit sekarang ini. Namun janganlah kita lengah, kita tahu tahun depan kurang menggembirakan, mari kita aktif melaksanakan langkah, tindakan yang tepat. Bukan hanya berjaga-jaga. Berjaga-jaga is not enough, mengantisipasi is not enough. Dari sekarang, mari kita lakukan semua, termasuk policy option yang harus kita kembangkan sehingga manakala prahara dan badai itu datang kembali, kita selamat, ekonomi kita dan justru tetap tumbuh.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
Agar kita selamat tahun depan, maka saya juga mengajak Saudara semua untuk bersama-sama menjaga sektor riil. Kalau sektor riil terjaga, ekonomi tumbuh dan tidak perlu ada PHK. Tahun 2008-2009, alhamdulillah, PHK hampir tidak terjadi dibandingkan dengan banyak negara di dunia. Mari kita lihat karena ekspor kita kemungkinan akan ada masalah dan tantangan. Ekspor, dulu juga begitu drop, kalau enggak salah sekitar 30 persen pada saat itu, maka satu-satunya untuk mengganti ekspor yang turun dari 4 komponen tadi, maka pembelanjaan pemerintah APBD dan APBN harus betul-betul optimal. Jangan ada lagi antara kita yang realisasinya jauh di bawah sasaran. Itu berarti tidak solider dengan yang lain, yang bersama-sama menjaga pertumbuhan ini.</p>
<p>Investasi juga menjadi penting, jika ekspor terganggu. Oleh karena itu, saya mengajak para gubernur, jajaran pemerintah pusat, mari kita berikan peluang sebesar-besarnya bagi investasi. Undang dulu investor dalam negeri, saudara-saudara kita, investor Merah Putih. Kalau memang kurang, maka kita ajak sahabat-sahabat kita dari negara-negara sahabat.</p>
<p>Saya juga berharap para gubernur, bupati dan walikota, saya minta bantuan para gubernur untuk meneruskan kepada para bupati dan walikota untuk melakukan hal yang sama. Banyak cerita peluang kandas di kabupaten dan kota karena tidak segera diambil langkah-langkah yang tepat.</p>
<p>Kemudian masih menghadapi ekonomi tahun depan perihal pembelanjaan rumah tangga, mari kita jaga daya beli mereka. Gaji, alhamdulillah, terus kita perbaiki. Upah pekerja juga demikian. Bantuan kepada keluarga miskin juga terus kita berikan. Dan saya mengajak jajaran pemerintah untuk secara serius, baik pusat maupun daerah agar 4 klaster program pro rakyat itu bisa dijalankan dengan baik. Saya gembira kalau mendengar para gubernur juga menambahkan program yang sudah ada di pusat ditambahkan lagi dengan inisiatif daerah sendiri. Itu juga sangat membantu saudara-saudara kita yang masih miskin.</p>
<p>Saudara-saudara,<br />
Itu bagian pertama dari 2 hal yang ingin saya sampaikan. Bagian yang kedua atau yang terakhir yang justru menjadi tekanan saya pada acara penyerahan DIPA tahun ini, apa yang mesti kita lakukan secara konkret untuk mengoreksi dan memperbaiki realisasi APBN, APBD tahun depan. Ada 3 hal yang hendak kita lakukan. Pertama, karena saya mendapat keluhanlah katakanlah begitu dari sejumlah pengguna anggaran, baik pusat maupun daerah, termasuk para gubernur, adanya regulasi dan prosedur yang menghambat. Kalau kita tahu ada regulasi dan prosedur yang menghambat, ya jangan dibiarkan, jangan dibiarkan. Mari kita duduk bersama, segera kita lakukan perbaikan dan untuk ini saya kasih waktu 3 bulan untuk membereskannya. Jadi akhir Maret, saya tidak ingin mendengar ada regulasi dan prosedur yang sangat menghambat sehingga mengunci semua disbursement, semua penggunaan anggaran ini. Itu yang pertama.</p>
<p>Yang kedua, langkah konkret kita adalah saya berharap para menteri, para gubernur dan Kepala LPNK untuk melakukan pengawasan dan pengendalian langsung terhadap penggunaan anggaran ini, langsung. Suatu saat barangkali kalau sistem sudah bagus, lebih sedikit kendor tidak apa-apa, tapi khusus tahun-tahun mendatang ini, mari bersama-sama kita lakukan pengawasan dan pengendalian langsung.</p>
<p>Saya masih mendengar APBD di daerah ada yang sangat terlambat. Bagaimana mungkin kalau DPRD mengetok palu pada bulan Juni. Tinggal 6 bulan, apa yang bisa dilakukan oleh provinsi itu. Indonesia adalah negara kesatuan, bukan negara federal. Sebetulnya antara gubernur, bupati, walikota dengan DPRD propinsi, kabupaten dan kota itu satu atap meskipun fungsinya berbeda, menjalankan kebijakan pemerintah nasional, pemerintah pusat, termasuk APBN. Tidak bisa dikunci oleh proses politik di daerah, akhirnya tidak mengalir. Kita akan melihat secara jernih semuanya ini.</p>
<p>Yang ketiga, konkretnya adalah saya telah menugasi tim evaluasi dan pengawas yang membantu kita semua untuk secara langsung memastikan realisasi anggaran ini berjalan dengan baik, tentu termasuk fungsi pengawasan dan evaluasi. Tim ini terdiri dari UKP4, BPKP dan unsur dari Kementerian Keuangan. Saya tugasi Kepala UKP4 untuk memimpin dibantu oleh Wakil Menteri Keuangan dan oleh Kepala BPKP. Dengan tugas melaporkan kepada Presiden, tingkat realisasi penggunaan anggaran. Laporkan 3 kali saja dalam tahun 2012 mendatang. Pertama, laporan bulan April, saya akan tahu, apakah setelah 4 bulan masih ada belum ada tanda-tanda, masih ada hambatan, masih ini, itu. Kemudian bulan Agustus akan kelihatan itu dan yang terakhir bulan November.</p>
<p>Saya berharap tidak ada yang lalai lagi dan semua hambatan regulasi maupun prosedur harapan saya sudah diatasi. Laporan penggunaan anggaran itu buka saja kepada umum, kepada publik. Ini bagian dari keterbukaan pemerintah, openess kita, juga merupakan pertanggungjawaban kita kepada rakyat di dalam menggunakan anggaran negara.</p>
<p>Saya berharap, Saudara-saudara apabila 3 langkah konkret ini kita jalankan, di tahun 2012 mendatang, insya Allah, realisasi penggunaan anggaran akan menjadi makin baik.</p>
<p>Itulah yang ingin saya sampaikan dan sebagai penutup, Saudara-saudara, mari kita gunakan anggaran ini sebaik-baiknya. Mari kita sama-sama bertanggung jawab kepada rakyat, cegah penyimpangan, capai sasaran. Demikianlah, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa membimbing, menuntun dan memberikan petunjuk pada pelaksanaan tugas kita di tahun mendatang untuk memajukan negeri ini, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara menggunakan APBN dan APBD sebaik-baiknya.</p>
<p>Sekian.<br />
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Diposkan oleh Ganggga Era Bumi<br />
Dikutip dari   http://www.presidenri.go.id/index.php/pidato/2011/12/20/1772.html<br />
Diposkan oleh Gangga di 00:56 0 komentar<br />
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209332&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-18%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-17/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-17/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-17/</guid>
		<description><![CDATA[Adu Kuat Emas Lawan Dollar AS
JAKARTA, KOMPAS.com &#8212; Pergerakan harga emas masih sulit untuk diprediksi. Sebagian pelaku pasar dan analis memperkirakan bahwa emas mungkin akan berada di bawah level 1.500 dollar AS per troy ounce atau 31,1 gram, terkait lemahnya permintaan akibat krisis Eropa. Euro yang saat ini terus mengalami tekanan akibat krisis hutang Eropa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adu Kuat Emas Lawan Dollar AS</p>
<p>JAKARTA, KOMPAS.com &#8212; Pergerakan harga emas masih sulit untuk diprediksi. Sebagian pelaku pasar dan analis memperkirakan bahwa emas mungkin akan berada di bawah level 1.500 dollar AS per troy ounce atau 31,1 gram, terkait lemahnya permintaan akibat krisis Eropa. Euro yang saat ini terus mengalami tekanan akibat krisis hutang Eropa yang terus berkepanjangan membuat rival utamanya, yaitu dollar AS banyak mengalami penguatan.<br />
Walau sempat menguat, saat ini Euro kembali melemah setelah aksi jual menekan mata uang tunggal Eropa tersebut. Bersamaan dengan itu, emas kembali dalam tekanan terkait penguatan dollar AS, di mana emas sempat menyentuh level 1,567 dollar AS, di bawah level 1.600 dollar AS per troy ounce, menjelang tutup tahun ini.<br />
&#8220;Tekanan permintaan untuk emas juga mungkin akan datang karena aksi jual oleh investor menjelang tutup tahun akibat aksi spending atau likuidasi bagi sebagian kalangan investor,&#8221; kata analis Monex Investindo Futures, Ariana Nur Akbar, Rabu (21/12/2011) di Jakarta.<br />
Di sisi lain, emas oleh sebagian investor mungkin akan mendapat dukungan yang cukup tinggi, akibat investor yang akan melakukan aksi lindung nilai terhadap aset mereka, dengan melakukan pembelian emas. Mereka memperkirakan, dengan semakin memburuknya keadaan ekonomi global, yang diwakili oleh AS, Eropa (dengan krisis hutangnya) dan China yang mulai mengalami perlambatan ekonomi, emas mungkin menjadi salah satu alternatif terbaik sebagaimana yang pernah terjadi tahun ini.<br />
Emas sempat mencapai 1,920.30 dollar AS per troy ounce pada kuartal ketiga tahun ini. Hal yang sama diperkirakan terulang tahun depan. Menurut Ariana, tahun depan faktor pengendali harga emas terbesar akan bergantung pada upaya Uni Eropa dalam menyelesaikan krisis utangnya.<br />
Secara teknikal, kesimpulan yang ada saat ini, harga emas masih bergerak mixed dengan kisaran rendah-tingginya 1.568 &#8211; 1.743 dollar AS per troy ounce. Untuk pergerakan naiknya, emas mungkin akan berada di level support 1.568 &#8211; 1.609 dan resisten 1.655-1.743 dollar AS per troy ounce.</p>
<p>Ditulisposkan oleh Gangga Era Bumi<br />
Diambil dari  http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/21/15412689/Adu.Kuat.Emas.Lawan.Dollar.AS</p>
<p>Diposkan oleh Gangga di 01:00 0 komentar<br />
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook</p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209331&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-17%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-16/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-16/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-16/</guid>
		<description><![CDATA[20 Tips Singkat Fotografi
Berikut 20 tips singkat fotografi untuk anda menambah informasi dan kemampuan fotografi anda, saya yakin beberapa sudah pernah dilakukan tetapi semoga beberapa lainnya merupakan informasi baru. Klik tanda ¶ (jika ada) disebelah kanan masing-masing tip untuk melihat informasi yang lebih detail. Silahkan:
    Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>20 Tips Singkat Fotografi</p>
<p>Berikut 20 tips singkat fotografi untuk anda menambah informasi dan kemampuan fotografi anda, saya yakin beberapa sudah pernah dilakukan tetapi semoga beberapa lainnya merupakan informasi baru. Klik tanda ¶ (jika ada) disebelah kanan masing-masing tip untuk melihat informasi yang lebih detail. Silahkan:</p>
<p>    Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda yang sedang bergerak dengan kecepatan normal (orang naik motor misalnya), gunakan mode shutter priority dan set shutter speed maksimal 1/30 detik, lebih lambat lebih baik. Perhatikan background anda! ¶<br />
    Untuk memotret makro (jarak super dekat), aktifkan fitur Live View kamera digital anda agar lebih mudah memeriksa depht of field dan fokus.<br />
    Filter CPL (polarisasi) sangat berguna untuk menghilangkan pantulan sinar matahari di air dan kaca, dan juga berfungsi memperbaiki warna langit. Pernahkah anda mengenakan kacamata hitam dengan polariser?<br />
    Saat memotret bayi/anak-anak, pastikan anda memusatkan perhatian ke mata. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan mata anak-anak.  ¶<br />
    Megapiksel bukanlah fitur terpenting dari sebuah kamera, ukuran sensorlah fitur yang paling penting<br />
    Untuk foto portait (wajah) di luar ruangan, usahakan ketika cuaca sedang mendung. Kalaupun tidak, carilah daerah yang redup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membuat bayangan yang keras di wajah.<br />
    Ketika anda memotret di kondisi minim cahaya dan kesusahan menggunakan autofokus, gantilah dengan manual fokus. Fitur autofokus dikamera biasanya cukup lama mencari titik fokus di kondisi remang-remang. ¶<br />
    Untuk foto siluet, pastikan anda matikan flash serta gunakan mode sunset (untuk kamera pocket), untuk SLR gunakan mode manual dan ukurlah eksposur di area terang di belakang obyek. ¶<br />
    Download-lah buku manual versi pdf untuk kamera anda, sehingga anda mudah melakukan pencarian secara cepat untuk kata yang ingin anda ketahui dibanding harus membolak-balik halaman kertas. ¶<br />
    Sebelum berangkat memotret, periksa kembali setting kamera anda, jangan sampai anda mneggunakan setting yang salah (memotret landscape dengan ISO 1000 misalnya). Menurut para fotografer pro, urutan pengecekan yang baik adalah berikut: cek White Balance – aktifkan fitur Highlight warning – cek settingan ISO – cek ukuran Resolusi foto anda.<br />
    Formatlah memory card hanya di kamera, jangan pernah memformat memory card dikomputer. Selain jauh lebih cepat dan mudah juga jauh lebih aman jika anda melakukannya di kamera.<br />
    Jika anda memiliki kapasitas hard disk berlebih di komputer serta suka melakukan foto editing, gunakan format RAW saat memotret, jika tidak cukup gunakan JPG. ¶<br />
    Jika anda benar-benar menyukai fotografi landscape, fotolah di jam-jam berikut: dari jam 5 sampai jam 8 pagi, serta dari jam 4 sampai jam 7 sore.<br />
    Ketika memotret, lihatlah area paling terang yang masuk ke viewfinder anda. Kalau terangnya terlalu mencolok dibanding area lain, gantilah sudut pemotretan.<br />
    Untuk memotret HDR, gunakan mode auto bracket. Satu lagi: untuk foto HDR landscape yang dahsyat, tunggulah sampai muncul mendung sedikit, lalu mulailah memotret. ¶<br />
    Jika anda membeli lensa atau kamera bekas, pastikan anda melakukan transaksi dengan bertemu penjualnya secara langsung. Anda harus menguji barangnya, memegang dan mencobanya<br />
    Sepanjang memungkinkan, gunakan settingan ISO serendah mungkin. Meskipun noise reduction bisa mengurangi noise yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi, namun akan mengurangi detail foto secara keseluruhan. ¶<br />
    Kalau warna membuat foto anda terlalu “sibuk” dan ramai, ubahlah foto anda menjadi foto hitam putih<br />
    Untuk menghasilkan foto hitam putih yang bagus, perhatikan kontras dalam foto anda. Semakin banyak kontras (area gelap dan terang yang beragam), semakin bagus foto hitam putih anda. ¶<br />
    Bawalah kamera kemanapun anda pergi, cara paling cepat meningkatkan kemampuan fotografi anda adalah dengan memperbanyak jam terbang, tidak ada yang lebih baik.</p>
<p> sumber : http://belajarfotografi.com/21-tips-fotografi-singkat-juli/<br />
Diposkan oleh Gangga di 18:28 0 komentar </p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209330&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-16%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>isd</title>
		<link>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-15/</link>
		<comments>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-15/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 16:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GANGGA ERA BUMI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://gangga-angga.blogspot.com/]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-15/</guid>
		<description><![CDATA[5 Pertimbangan Sebelum Membeli Kamera SLR
Memilih kamera SLR digital yang tepat adalah urusan pelik tersendiri dengan banjirnya merk dan tipe kamera di pasar. Saat ini (Nov 2009) paling tidak ada 10 perusahaan pembuat kamera (Canon, Fujifilm, Leica, Nikon, Olympus, Panasonic, Pentax, Samsung, Sigma, dan Sony) dan total sekitar 40 jenis SLR.
Kami akan coba mengurai beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>5 Pertimbangan Sebelum Membeli Kamera SLR<br />
Memilih kamera SLR digital yang tepat adalah urusan pelik tersendiri dengan banjirnya merk dan tipe kamera di pasar. Saat ini (Nov 2009) paling tidak ada 10 perusahaan pembuat kamera (Canon, Fujifilm, Leica, Nikon, Olympus, Panasonic, Pentax, Samsung, Sigma, dan Sony) dan total sekitar 40 jenis SLR.<br />
Kami akan coba mengurai beberapa faktor non-teknis yang patut di pertimbangkan sebelum menentukan pilihan kamera SLR yang akan dibeli:<br />
Jika ayah saya memberi warisan lensa<br />
Ya, jika ayah anda memberi warisan lensa dari era film, ini bisa mengubah keputusan. Beberapa kamera SLR digital saat ini tetap kompatibel dengan lensa pada era kamera autofokus film. SLR digital merek Canon, Nikon, Pentax dan Minolta (sekarang Sony) akan kompatibel dengan lensa yang diperuntukkan untuk kamera SLR autofokus mereka di jaman film. Bawalah lensa tua tadi ke toko kamera untuk memastikan kompabilitas dengan kamera yang akan dibeli.</p>
<p>kameraslr_thumb.jpg<br />
Kamera apakah yang sering dipakai teman – teman?<br />
Kamera yang sering dipakai teman – teman juga bisa mempengaruhi keputusan kita. Jika teman-teman banyak memakai Canon, misalnya, belilah Canon. Jika mereka memakai Nikon, belilah Nikon. Ini akan memudahkan kita dalam kasus “meminjam lensa gratis.” Sebuah trik dasar yang layak dicoba, namun lebih baik jika istilah-nya diganti menjadi “saling bertukar lensa.” Jadi kita tidak modal dengkul saja.<br />
Kemudahan dalam servis dan purna jual<br />
Usahakan sebisa mungkin anda membeli kamera dari toko lokal di kota anda, kalaupun tidak usahakan membeli dari kota terdekat. Saat kamera butuh diservis atau di bersihkan sensornya misalnya, pelayanan akan lebih cepat dibandingkan harus mengirimkannya via paket dsb. Di samping itu, kita mungkin diperbolehkan meminjam gratis kamera cadangan yang disediakan toko selama kamera diservis (karena servis kamera biasanya butuh waktu yang cukup lama). Hal ini kadang lebih penting dibanding selisih harga yang tidak terlalu banyak. Juga layak dipertimbangkan adalah seberapa baik reputasi sebuah produsen kamera melayani keluhan pelanggannya.<br />
Berapa anggaran kita<br />
Anggaran merupakan faktor penting dalam menentukan kamera yang akan dibeli.  Berdamai-lah dengan uang, membangun sistem SLR tidak hanya membutuhkan kamera, namun juga lensa dan beberapa aksesori penting lainnya (software pengolah foto, komputer, tripod, filter, flash, tas kamera, batere cadangan dll). Kalau dikantong ada Rp.20 Juta, tidak bijak kalau semuanya dihabiskan untuk kamera saja. Membangun sistem SLR adalah jalan panjang yang bisa menguras isi kantong jika tidak disiplin anggaran. Ada saran dari fotografer senior bahwa memiliki lensa yang berkualitas membuat foto kita lebih bagus dibanding jika memiliki kamera bagus namun lensanya jelek.<br />
Seberapa serius anda<br />
2538286816_e8affcf51b_o<br />
Penting ditanyakan adalah seberapa serius anda ingin terjun ke dunia fotografi. Jika sejak awal anda ingin terjun serius ke dalam fotografi, jangan jauh – jauh dari Nikon atau Canon. Kedua produsen ini adalah penguasa pasar kamera SLR. Delapan dari 10 kamera SLR memiliki logo Canon atau Nikon di body-nya (masing-masing sekitar 40%). kenapa mereka bisa sebegitu dominan? jawabannya adalah karena mereka juga serius. Fotografer pro pada waktunya akan memerlukan lensa atau aksesori khusus untuk memenuhi kebutuhan kerjanya. Flash khusus macro atau lensa 600mm dengan stabilizer misalnya, Nikon dan Canon menyediakan beragam aksesori yang bisa memenuhi kebutuhan kita, dan lebih penting lagi stok-nya tersedia di kota kita (atau paling tidak di Jakarta). Berbeda kalau kita tidak punya tuntutan “segila” itu, saya rasa salah satu dari 9 merek diatas akan mampu mencukupi kebutuhan kita.<br />
Jadi Canon, Nikon atau merk lain? ah…jangan mulai deh!<br />
sumber :  http://belajarfotografi.com/tips-sebelum-membeli-kamera-slr/<br />
Diposkan oleh Gangga di 18:29 0 komentar </p>
<img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/?ak_action=api_record_view&id=209329&type=feed" alt="" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwartawarga.gunadarma.ac.id%2F2012%2F02%2Fisd-15%2F&amp;linkname=isd"><img src="http://wartawarga.gunadarma.ac.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/02/isd-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

